suplemenGKI.com

Rabu, 2 Juni 2021

01/06/2021

Mazmur 104:19-35

KEHIDUPAN YANG HARMONIS

PENGANTAR
Tidak diragukan lagi bahwa Tuhan Pencipta Semesta adalah seniman sekaligus insinyur yang hebat dan cermat. Di alam semesta kita dapat menyaksikan keanekaragaman sekaligus keselarasan yang mengagumkan. Benda-benda penerang di angkasa dan beraneka makhluk di atas bumi aktif bergerak, membentuk irama kehidupan yang harmonis, teratur, dan berkesinambungan. Sebagai manusia ciptaan-Nya, kita dipanggil bukan hanya untuk menikmati alam ciptaan-Nya, namun juga ikut menjaga dan merawat kehidupan dan keselarasan yang ada di dalamnya.

PEMAHAMAN

  • Ay. 19-23.  Apa fungsi benda-benda angkasa yang disebutkan di sini? Apa hubungannya dengan makhluk hidup yang ada di atas bumi?
  • Ay. 24-30.  Perbuatan Tuhan manakah yang dimaksudkan di sini? Apa yang dilakukan Tuhan terhadap kehidupan di muka bumi? Catatan: Lewiatan (ay. 26) adalah ular naga berkepala tujuh yang mendiami samudera raya.
  • Ay. 31-35.  Pemazmur mengungkapkan harapan dan doanya. Apa isinya? Peristiwa apakah yang dimaksudkan di ayat 32? Mengapa orang-orang berdosa dan orang-orang fasik disebutkan di bagian ini (ayat 35a)?

Di ayat 19-23 pemazmur mengajak kita melihat bagaimana benda-benda angkasa ciptaan-Nya, yaitu bulan dan matahari, ikut berperan mengatur irama kehidupan seluruh makhluk dan memelihara berlangsungnya kehidupan di bumi. Binatang-binatang hutan bergerak mencari makanan di malam hari dan beristirahat di siang hari. Sebaliknya, manusia bekerja di siang hari dan beristirahat di malam hari. Perbedaan di antara mereka justru menegaskan betapa harmonisnya irama kehidupan di bumi.

Tuhan sendiri terus bekerja di bumi (ay. 24-30). Tuhan menciptakan berbagai mahkluk untuk memenuhi bumi (ay. 24), memelihara kehidupan mereka (ay. 25-29), dan membarui kehidupan mereka (ay. 30). Harmonisnya kehidupan kembali diungkapkan di ayat 25-26. Di ayat 25 disebutkan binatang yang kecil dan besar yang bergerak di lautan yang luas. Di ayat 26 disebutkan kapal-kapal (buatan manusia) yang “bermain” dengan Lewiatan (ciptaan Tuhan). Kebergantungan seluruh mahkluk terhadap Tuhan disebutkan di ayat 27-30. Tuhan berkuasa atas kehidupan (ay. 28) maupun kematian (ay. 29) mereka. Tuhan juga berkuasa untuk membarui kehidupan mereka (ay. 30).

Mazmur ini ditutup dengan harapan dan doa. Pemazmur berharap kemuliaan Tuhan tetap dinyatakan melalui seluruh karya-Nya di alam semesta (ay. 31), bahkan melalui gempa bumi dan gunung berapi (ay. 32). Dengan demikian ia dapat memuji Dia seumur hidupnya (ay. 33-34). Pemazmur berdoa agar kehidupan yang harmonis di alam semesta tidak dirusak oleh orang-orang berdosa dan orang-orang fasik (ay. 35).

REFLEKSI
Sungguh tidak masuk akal jika ingin terus memuji dan memuliakan Dia, namun kita merusak keindahan dan keharmonisan alam ciptaan-Nya.

 

TEKADKU
Tuhan, aku ingin terlibat dalam upaya menjaga dan memelihara kelestarian alam, dalam wujud tindakan nyata yang aku mampu melakukannya.

TINDAKANKU
Dalam minggu ini aku memulai sebuah tindakan nyata untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»