suplemenGKI.com

Rabu, 2 Juli 2014

01/07/2014
Mazmur 45:11-18
Seberapa “elok” gereja kita ibarat puteri di mata Sang Raja?
Pengantar
Gereja atau lebih tepatnya jemaat seringkali digambarkan sebagai mempelai perempuan Sang Raja, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus (Efesus 5:22-32; Wahyu 19:6-9). Sebagaimana lazimnya pada jaman itu, kedua mempelai dipisahkan untuk sementara waktu menjelang hari pernikahan mereka. Selama masa perpisahan sementara itu keduanya harus menjaga kekudusan dan kesetiaan mereka. Tentu saja dalam hal ini gereja atau jemaatlah yang perlu menjaga diri dalam kekudusan dan kesetiaannya kepada Sang Mempelai Laki-laki yang akan datang menjemput. Gambaran itu digunakan pula oleh Pemazmur dalam bacaan kita. Pemazmur memberikan nasihat agar Sang Putri menjaga keelokannya dengan membuka telinga untuk mendengar ajaran-ajaran hidup kudus dan bertekun dalam hatinya untuk senantiasa menyembah sujud kepada Sang Raja. Ketika hal itu dilakukan, banyak orang, bahkan bangsa-bangsa akan datang mengagumi sambil membawa persembahan syukur. Pertanyaannya kini adalah seberapa “elok” gereja kita atau lebih tepatnya kita semua sebagai jemaat Tuhan dapat bersaksi bahwa kita telah berperilaku seperti Sang Puteri di mata Sang Raja?
Pemahaman
Ayat 11:         Apa relevansi nasihat Pemazmur kepada Sang Puteri untuk
                        (a) “melihat dan menyendengkan telinganya” serta
                        (b) “melupakan bangsanya dan seisi rumah ayahnya”
                                dengan kehidupan kita sebagai jemaat yang adalah mempelai
Sang Raja?
Ayat 12:         Dalam versi BIS ayat ini tertulis “Kecantikanmu memikat hati raja,
ia tuanmu, tunduklah kepadanya”.  Menurut Saudara apa artinya?
Ayat 13:         Apa yang dimaksudkan oleh Pemazmur dengan kata-kata dalam
ayat ini?
Ayat 14:         Gambaran apa yang hendak disampaikan Pemazmur dengan
pernyataan ini?
Ayat 15 – 18:Menurut Saudara apa yang hendak disampaikan oleh Pemazmur
dalam ayat-ayat ini?
Jemaat yang rajin memperhatikan dan mempelajari ajaran-ajaran Tuhan dan tidak mengikuti ajaran dan pandangan dunia, sebagaimana digambarkan oleh Pemazmur dengan kata-kata: “meninggalkan bangsa dan seisi rumah ayahnya”, maka jemaat sebagai mempelai perempuan Sang Raja itu akan dimampukan untuk menjaga “keelokannya” di mata Sang Raja sehingga memikat hatiNya. Ketika itulah ia akan mampu bersaksi di depan banyak orang dan mereka akan datang mengagumi dan  memuliakan nama Bapa di surga (Matius 5:16). Jemaat yang mampu menunjukkan “keelokan atau kecantikannya” akan masuk ke istana raja dan anak-anak rohaninya akan menjadi penghasil karya-karya iman yang besar dan membuat nama Tuhan serta gereja menjadi mashyur.
Refleksi
Sudahkah kita menjaga “keelokan mempelai putri” yakni kekudusan dan kesetiaan kita kepada Sang Raja sehingga menjadi buah hatiNya? Sudahkah dengan hal itu gereja kita mampu bersaksi sehingga menarik perhatian masyarakat?
Tekad
Sebagai bagian dari jemaat Kristus, aku bertekad untuk menjaga kekudusan dan kesetiaanku kepada Tuhan dengan senantiasa tekun mempelajari ajaran-ajaran hidup kudus dan memfokuskan mata rohaniku kepadaNya serta bersembah sujud kepadaNya.
Tindakan
Mulai hari ini aku menjadikan hidup kudus dan setia kepada Tuhan sebagai gaya hidupku agar aku mampu bersaksi di depan banyak orang tentang siapa RajaKu.
=====================================================================================
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»