suplemenGKI.com

Rabu, 2 Januari 2019

01/01/2019

DOA BAGI PEMIMPIN

Mazmur 72:1-7, 10-14

 

Pengantar
Mazmur ini menurut ayat 1 ditulis ‘dari’ Salomo, namun beberapa terjemahan lain (mis: KJV, MILT) menterjemahkan bahwa mazmur ini ditulis oleh Daud “for atau bagi/kepada” Salomo dikaitkan dengan ayat 20 yang menyatakan bahwa mazmur itu adalah doa-doa Daud bin Isai. Terlepas dari itu, mazmur ini melukiskan gambaran raja penerus yang diharapkan oleh umat Israel. Raja di sini dihubungkan dengan raja yang terkenal dengan hikmatnya dalam sejarah yaitu Salomo, tetapi juga mengandung nubuatan mesianik akan datangnya raja yang dibangkitkan oleh Tuhan kelak dari keturunan Daud, yaitu Kristus sendiri.

Pemahaman

  • Ayat 1                     : Siapakah yang dimaksud dengan “putera raja” dalam ayat ini?
  • Ayat 2-4, 12-14    : Keadilan seperti apakah yang diharapkan dapat terwujud dari pemeritahan seorang raja yang adil?
  • Ayat 5-7, 10          : Apakah yang menjadi doa pemazmur bagi raja yang adil?
  • Apakah saudara juga mendoakan pemimpin saudara? Apakah yang suadara doakan?

Barangkali frasa “putera raja” yang dimaksud dalam ayat ini adalah raja baru yang melanjutkan pemerintahan raja yang sedang memerintah pada saat itu. Dan mazmur ini berisi dengan doa atau harapan bagi raja baru yang memimpin selanjutnya. Kata-kata kerja yang dipakai dalam mazmur ini menunjukkan sebagai keadaan pada masa yang akan datang mengungkapkan keyakinan yang bersifat nubuat sebagai doa, seperti: kiranya…, biarlah….

Raja yang adil bagi pemazmur dan bangsa Israel adalah raja yang mau membela hak orang yang lemah, yang berani mengadili dan menghukum. Pemazmur berdoa dan berharap supaya raja yang adil akan diberi waktu yang panjang untuk menjalankan pemerintahannya (Ay. 5-6), raja yang adil akan diberkati dengan cakupan wilayah pemerintahkan yang semakin luas, dan keadilannya semakin merata dan mendatangkan kesejahteraan dan kedamaian bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya (Ay. 10-14) dan raja yang adil dihormati oleh bangsa dan raja-raja yang lain.

Keadilan tersebut diyakini pemazmur berasal dari Allah, tidak dapat bersumber dari diri manusia sendiri. Selain menjadi peringatan untuk para pemimpin, renungan hari ini juga mengingatkan kita untuk dengan setia mengambil waktu berdoa bagi para pemimpin kita, supaya keadilan dan hikmat dari Allah selalu memimpin dan menyertai mereka.

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah kita memiliki kepedulian bagi para pemimpin kita dan memberikan waktu kita untuk mendoakan mereka? Doakan supaya Tuhan mengaruniakan kepada para pemimpin kita baik dalam pemerintahan maupun kerohanian: keadilan, kasih dan hikmat dari Tuhan supaya mereka dapat memimpin dengan bijaksana dan takut akan Tuhan.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong berikan saya hati yang peduli dan rindu untuk selalu mendukung dan mendoakan para pemimpin yang Tuhan sudah tentukan.

Tindakanku
Saya akan mengambil waktu khusus (setiap hari/dua hari sekali) dalam saat teduh saya untuk mendoakan para pemimpin dalam pemerintahan (bangsa dan tempat tinggal) dan kerohanian (gereja, keluarga, komunitas, dll)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«