suplemenGKI.com

Rabu, 2 Januari 2013

01/01/2013

BERHARAP AKAN KEADILAN

Mazmur 72:1-7

 

Pengantar
Bila kita ke Jakarta dan melewati Istana Negara pada hari kamis, maka akan terlihat beberapa orang ibu memakai baju hitam dan payung hitam berdiri berjajar di pinggir jalan menghadap ke Istana.  Siapakah mereka?  Mereka adalah para ibu dari korban tragedi penembakan di kampus Trisakti pada Mei 1998.  Hingga kini 14 tahun sudah berlalu, tanpa putus asa setiap hari kamis mereka berdiri di depan istana untuk mencari keadilan atas kematian anak-anak mereka.  Sungguh memprihatinkan!  Ini hanya satu dari sekian banyak cerita pencari keadilan yang menggambarkan begitu sulitnya mendapatkan keadilan di negeri ini.  Sebagai pengikut Kristus yang apa dapat kita lakukan untuk dapat memberi pengaruh positif bagi bangsa ini?

Pemahaman
Ayat 1-4  : Apa yang diharapkan pemazmur terhadap negeri dan rajanya?

Ayat 5-7  : Apa yang menjadi dampak dari adanya keadilan?

Bacaan kita hari ini merupakan doa harapan Salomo kepada Tuhan, baik untuk dirinya sendiri sebagai raja maupun untuk raja yang akan memerintah Israel.  Salomo memohon agar memiliki hikmat Allah atas pemerintahannya juga pemerintahan yang akan datang oleh putra raja (ay.1).  Salomo meminta dari Allah akan hikmat kebenaran dan kemampuan dalam melaksanakan keadilan bagi bangsa Israel.  Bagi Salomo memegang teguh hukum dan keadilan akan menjadikannya raja yang bisa membela hak orang miskin dan tertindas dan meremukkan pemeras-pemeras (ay.3-4).  Raja yang membawa keadilan digambarkan seperti hujan yang turun di atas padang rumput dan menggenangi bumi.  Keadilan yang berkembang akan membawa damai sejahtera melimpah sepanjang hidup (ay.6-5).  Hari ini Salomo memberi pelajaran bahwa dalam hidupnya sebagai raja, dia berdoa kepada Tuhan bagi siapapun yang Tuhan pilih memimpin Israel.  Hal itu berarti di hadapan Tuhan, Salomo sebagai pribadi yang sangat merindukan hukum dan keadilan ditegakkan di negerinya agar rakyat merasakan sejahtera.  Sangat luar biasa sebab pada kenyataannya, Tuhan memberkati Salomo dengan hikmat keadilan dalam memimpin Israel sebagai umat pilihanNya.

Refleksi
Di awal tahun 2013 ini, dalam hening bayangkan orang-orang yang masih memperjuangkan keadilan di negeri ini.  Sudahkah kita seperti Salomo yang berdoa bagi orang lain agar mendapatkan keadilan?  Lalu renungkan apakah dalam keseharian kita sudah memberi keadilan bagi keluarga, tetangga, teman atau mereka yang terkait dalam pekerjaan?  Atau, barangkali justru kita telah menjadi kaum penindas dan pemeras hak orang lain.

Tekadku
Tuhan dalam negeri yang haus akan keadilan ini, tolonglah aku agar peka terhadap hak-hak orang lain dan tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.  Sehingga aku bisa membawa keadilan meskipun kecil artinya tetapi bisa membawa pengaruh positif.

 

Tindakanku

Hari ini aku berdoa bagi pemimpin dan wakil rakyat agar Tuhan memberi hikmat kebenaran.  Berdoa bagi para korban lumpur Lapindo, pedagang kecil yang sering kena gusur, kaum buruh yang menjerit karena upah yang tidak memadai dan hukum yang sering dipermainkan di negeri kita. Aku mau mengevaluasi tindakanku, apakah aku telah berlaku adil bagi anggota keluargaku, tetangga, teman atau orang-orang di lingkungan kerjaku?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«