suplemenGKI.com

Mazmur 107:1-9

BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN

PENGANTAR

Banyak penafsir yang berpendapat bahwa bagian Mazmur 107 yang kita baca hari ini berasal dari zaman pembuangan. Pendapat itu didasarkan pada isinya yang merekam pengalaman orang-orang yang berada dalam kesesakan namun memperoleh pertolongan dari Tuhan.  Dalam perkembangannya, mazmur ini digunakan dalam ibadah sebagai nyanyian untuk mengantarkan korban syukur kepada Tuhan.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3.    Mazmur ini diawali dengan seruan untuk bersyukur karena kebaikan Tuhan.  Kepada siapakah seruan itu ditujukan? (perhatikan lebih khusus ayat 3)
  • Ayat 4-5.    Bagian ini menceritakan keadaan sekelompok orang yang mengalami kesesakan.  Siapakah orang-orang ini?  Kesulitan apakah yang sedang mereka hadapi?
  • Ayat 6-7.    Apa yang mereka lakukan dalam kesesakan mereka?  Apa yang Tuhan lakukan bagi mereka?
  • Ayat 8-9.    Bacalah dua ayat ini sebagai satu kesatuan.  Dari dua ayat ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai kasih setia Tuhan?

Kebaikan dan kasih setia Tuhan telah ditunjukkan secara nyata melalui karya penebusannya.  Karena itu orang-orang yang ditebus Tuhan diajak untuk bersyukur kepada-Nya.  Siapakah mereka?  Dari ayat 3 kita dapat melihat bahwa mereka adalah orang-orang yang dikumpulkan dari berbagai penjuru arah.  Dengan demikian sangat beralasan bila kita menyimpulkan bahwa mereka adalah orang-orang yang kembali dari pembuangan.  Selama di dalam pembuangan mereka berada dalam cengkeraman penguasa yang telah menaklukkan negeri mereka, yang di sini disebut sebagai ”kuasa yang menyesakkan” (ay.2)

Agar orang-orang yang telah ditebus ini dapat menanggapi ajakan itu secara positif, pemazmur mengingatkan mereka kepada pengalaman mereka di masa lampau.  Keadaan mereka digambarkan seperti sekelompok orang yang berjalan di padang belantara.  Mereka tidak tahu jalan untuk pulang, mereka menderita kelaparan, dan kondisi batin mereka juga memprihatinkan.  Dalam kondisi seperti itu, hanya satu hal yang dapat mereka lakukan: berseru kepada Tuhan.  Dan Tuhan pun menjawab mereka. Tuhan membawa mereka pulang ke tempat kediaman mereka.

Gambaran mengenai orang-orang yang berjalan di padang belantara sangat tepat untuk melukiskan kondisi masyarakat kita dewasa ini.  Banyak orang yang kehilangan arah dan tujuan hidupnya.  Banyak pula orang atau keluarga yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.  Tentu saja, mereka harus berseru kepada Tuhan.  Dan, tentunya kita percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan seruan mereka dan bertindak bagi mereka.  Namun, bagaimana bila Tuhan hendak memakai Anda untuk menolong mereka?  Bersediakah Anda melakukannya?

REFLEKSI
Salah satu cara terbaik untuk bersyukur kepada Tuhan adalah dengan menyediakan diri kita untuk dipakai Tuhan menjadi penolong bagi sesama.

 

TEKADKU
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat kebaikan-Mu sehingga hatiku pun terbuka untuk menolong sesamaku.

TINDAKANKU
Selama tiga hari ini aku akan berdoa bagi orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan. Aku akan bertanya kepada mereka mengenai apa yang perlu aku doakan bagi mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«