suplemenGKI.com

Rabu, 2 April 2014.

01/04/2014

Mazmur 130:1-4

 

Kedahsyatan pengampunan Tuhan

Pengantar:
Dosa dan akibatnya memang selalu menghancurkan dan mengerikan. Itulah yang diungkapkan pemazmur dengan menggunakan ilustrasi orang yang terjebak di jurang dosa (1) tanpa mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Orang yang berada dalam jurang dosa hanya bisa menunggu akibat dosa yang mengerikan, yaitu maut. Akan tetapi, kedahsyatan akibat dosa dan kengerian maut itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kedahsyatan kasih Allah. Kasih Allah dahsyat karena bukan hanya mampu membebeaskan manusia dari jurang dosa melainkan juga menyelamatkan manusia. Inilah yang diyakini oleh pemazmur sehingga dalam pergumulan ketika terbelenggu dosa, ia berseru dalam doa, permohonan pada Allah.

Pemahaman:

  1. Apa yang mendasari seruan doa permohonan pemazmur  di saat dia terpuruk dalam dosa?
  2. Apa makna ungkapan pemazmur “Jika Engkau mengingat…siapakah yang tahan?” v.3?
  3. Apa pula makna pernyataan pemazmur pada ayat. 4!

Mazmur 130 ini biasa dinyanyikan dalam suatu ibadah. Tujuan: pemazmur mengajak umat untuk mengingat kesetiaan Tuhan dalam kasih-Nya yang dahsyat untuk mengampuni dan meyelamatkan umat-Nya, sekalipun terkadang umat berlaku tidak setia kepada-Nya. Ajakan pemazmur itu didasari oleh imannya kepada Allah sehingga dia yakin Allah sanggup mengampuni dan meyelamatkannya dari belenggu dosa.

Ayat. 3 Pemazmur menyadari betapa banyak pelaggarannya terhadap Tuhan, sehingga secara manusiawi tidak mudah untuk begitu saja diampuni dan dilupakan oleh Tuhan. Tetapi dalam ungkapan di ay. 3 ia begitu yakin Tuhan tidak akan mengingat bahkan menghitung pelanggaran-pelanggarannya, melainkan dengan iman ia yakin Tuhan yang penuh kasih itu mengampuni dan menyelamatkannya tanpa memperthitungkan kesalahannya.

Ungkapan “pada-Mu ada pengampunan” di ay. 4, pemazmur hendak menunjukan bahwa Tuhan yang diimaninya adalah Tuhan yang berbeda dengan ilah2, manusia atau otoritas hukum) yang jika mengampuni harus menuntut syarat. Tuhan tidak demikian, Tuhan mengampuni secara sempurna kepada setiap orang yang berseru dan mengakui dosa-2nya dengan kerendahan hati di hadapan Tuhan.

Refleksi:
Mungkin kita pernah merasa tidak layak untuk diampuni oleh Tuhan, karena begitu banyak dosa-dosa kita. Tetapi jika kita benar-2 beriman kepada Tuhan, bahwa kasih-Nya dahsyat untuk mengampuni kita, maka jangan ragu untuk berseru memohon pengampunan-Nya.

Tekad:
Tuhan, terkadang aku merasa malu jika mengingat dosa-2 & pelanggaranku. Beranikan aku untuk berseru dan memohon pengampunan pada-Mu ya Tuhan, mengingat kasih-Mu yang dahsyat untuk mengampuniku.

Tindakan:
Aku yakin bahwa Tuhan pasti sanggup mengampuni dosa-dosaku, tetapi aku juga harus berjuang untuk tidak lagi hidup dalam kehidupan yang mendukakan Tuhan, melainkan berjuang keluar dari dalam keterpurukan hidup bersama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«