suplemenGKI.com

Markus 9:33-37
“Menyambut dan Mengikut Yesus dengan Tulus”

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

Dituliskan dalam Markus  9:33-37 bahwa Yesus dan murid-muridNya tiba di Kapernaum melewati Galilea. Dalam perjalanan itulah, para murid bertengkar sendiri, mempersoalkan tentang siapa yang terbesar diantara mereka.

    1. Ayat 33-35: Hal apa yang ditanyakan dan dikatakan Yesus kepada murid-muridNya di rumah di Kapernaum?
    2. Ayat 37: Apa yang diminta Yesus dalam ayat ini?
    3. Bagaimana Anda menerapkan pengajaran Yesus di ayat 35 dalam kehidupan sesehari Anda? Termasuk dalam dunia pelayanan gerejawi yang Anda geluti saat ini.
    4. Bagaimana sikap/perilaku kita menghadapi pelayanan yang dianggap “sepele” dalam komunitas kita ?

 
RENUNGAN

Pada suatu saat, seorang anak kecil berlari menghampiri neneknya sambil berlindung dalam dekapan sang nenek. Ia berteriak “Nek, ada tamu! Warna-warni Nek!”.  Anak kecil itu mengatakan demikian karena ternyata  tamu yang datang adalah seorang wanita dengan dandanan yang norak, dengan make up tebal sehingga wajahnya terlihat berwarna-warni bagi anak kecil itu. Betapa polosnya anak kecil itu dan betapa mudahnya ia menyadari bahwa ia butuh perlindungan dari neneknya, padahal hanya untuk menghadapi tamu yang ‘aneh’ baginya,  suatu hal yang tampaknya sepele.

Berbeda dengan sikap para murid dalam bacaan kita hari ini. Mereka sedang sibuk mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka.  Persoalan ini muncul dalam pikiran dan pembicaraan mereka karena mereka baru saja melakukan hal-hal yang besar bersama Yesus.  Mereka menemani Yesus mengusir roh-roh jahat yang mendiami seorang anak kecil. Anak tersebut sangat menderita karena roh-roh itu keluar dari tubuhnya sambil berteriak dan menggoncang dengan hebat. Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya. Peristiwa ini menjadi salah satu pemicu yang membuat para murid ingin dianggap hebat, minimal dalam pandangan Gurunya, Yesus.  Tampak sekali kebodohan dan sikap kekanak-kanakan para murid pada saat itu.

Percakapan dan pertanyaan para murid ini kemudian dihentikan oleh teguran Yesus yang mengingatkan mereka agar tidak menjadi sombong.  Yesus mengajar mereka yang mau menjadi besar harus dengan cara melayani. Dan pernyataan itu pun dipertegas lagi oleh Yesus dengan menghadirkan seorang anak kecil sebagai teladan dalam ketulusan dan kemurnian menyambut dan melayani Yesus.  Dengan kata lain, meski untuk menjadi yang terbesar adalah dengan cara melayani (menjadi yang terkecil), namun bukan berarti kemudian melayani untuk tujuan ‘dibesarkan’ orang lain. 

Cara kita mengikut Yesus, melayani Dia haruslah belajar dari seorang anak kecil. Tulus, murni, dan selalu bergantung sepenuhnya pada kuasa, perlindungan dan pemeliharaan Allah.  Bukan merasa senior dan kemudian akhirnya menggeser tujuan pelayanan untuk mempermuliakan diri sendiri.

Dalam interaksi kita dengan orang lain adakalanya kita dianggap tidak penting, bahkan jerih payah kita tidak dihargai.  Jika itu yang sedang Anda hadapi, ingatlah pesan firman Tuhan hari ini, jangan takut menjadi ‘kecil’, dan milikilah kemurnian hati dalam mengikut Tuhan.

 “Jikalau seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya”(Markus 9:35)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*