suplemenGKI.com
Gembira

Happy Face

Mazmur 1:1-6

Jalan Bahagia

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

Mazmur 1 termasuk jenis kebijaksanaan.  Hal ini tampak dari temanya:  pengarang menunjukkan arti taurat dalam hidup orang benar dan mempertentangkannya dengan orang fasik.  Perbedaan gaya hidup orang benar dan fasik serta pembalasannya merupakan salah satu tema sentral pengamatan dan renungan orang bijak.  Itu sebabnya, Mazmur ini juga dipahami sebagai pembuka atau pengantar untuk mengerti kebijaksanaan Kitab Mazmur dalam pasal-pasalnya yang berikutnya.

  1. Sebutkan lima ciri orang yang berbahagia menurut pemazmur?  (ayat 1, 2)
  2. Seperti apakah gambaran pemazmur mengenai orang yang berbahagia?  (ayat 3)
  3. Seperti apakah gambaran pemazmur mengenai orang yang tidak bahagia?  (ayat 4, 5)
  4. Hal apa yang pemazmur pahami tentang TUHAN dalam hubungannya dengan kehidupan? (ayat 6) 

RENUNGAN 

Hidup bahagia?  Tidak perlu ditawarkan, semua orang pasti mau bahagia.  Sayangnya, bahagia seringkali dibayangkan seperti ungkapan, “muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.”   Banyak orang mau melakukan apa saja asal hidupnya bahagia, puas dan tenteram. Maka, tidak heran anak-anak muda lari ke narkoba, seks bebas; orang-orang yang lebih tua menyibukkan diri dengan mencari harta dan kuasa; orang lain mencari agama-agama, kebatinan, apa pun yang dapat menenteramkan hati. Tetapi, mereka yang memilih hal-hal tadi akhirnya harus mengakui bahwa kenikmatan bertolak belakang dengan kebahagiaan. Jadi, adakah pilihan yang tepat?

Mazmur 1 memberikan jawabannya. Secara negatif, kebahagiaan tidak didapat dari perbuatan fasik/berdosa (ayat 1). Maka, orang yang mau berbahagia harus menjauhi semua hal yang membawanya berdosa. Jikalau tidak, kehidupan berdosa akan membawa kegagalan hidup (ayat 4), dan akhirnya kebinasaan (ayat 6b). Sebaliknya, secara positif, kebahagiaan hanya didapatkan di dalam hidup sesuai dengan firman Tuhan (ayat 2). Orang yang hidup seturut firman-Nya akan diberkati dengan keberhasilan (ayat 3) dan Tuhan berkenan kepadanya (ayat 6a). Namun, lebih penting dari semuanya itu, orang demikian dijamin penuh oleh sang sumber hidup sendiri (ayat 3).  Dengan jelas firmanNya menjamin bahwa orang menjaga hidup akan bahagia dan memperoleh berkat dari kebahagiaannya;  dikatakan , “yang menghasilkan buahnya pada musimnya . . . apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Pemazmur mengajarkan bahwa jalan bahagia itu tidak instan atau otomatis melekat pada kesenangan dan kebendaan yang dimiliki.  Jalan bahagia justru tumbuh melalui rangkaian pilihan dan keputusan yang membentuk kebiasaan seumur hidup. Hal menghindari dosa dalam segala bentuknya itu, juga hal mengasihi dan menyimpan firman dalam hati menjadi sumber kekal dari kebahagiaan.  Artinya, pilihan kebahagiaan adalah tanggung jawab kita sendiri. Allah menyediakan jalannya, tetapi Ia tidak memaksa kita untuk menjalani kehidupan ini menurut kehendak-Nya. Keputusan ada di tangan kita.

Maukah saudara bahagia?  Jalan apakah yang saudara tempuh selama ini supaya bahagia?  Adakah hari ini saudara sungguh-sungguh bahagia?  Terimalah undangan pemazmur sebagai undangan TUHAN, sehingga kebahagiaan merupakan pilihan hidup yang kita jalani bersama TUHAN. 

Menjadi Tua itu pasti, tetapi bahagia sepenuhnya adalah pilihan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«