suplemenGKI.com

RABU, 19 MARET 2014

18/03/2014

Mazmur 95:1-5

BERI WAKTU UNTUK DIA

 

 

Pengantar
Mazmur 95:1-5 ini merupakan undangan bagi umat-Nya untuk memuji Tuhan, Sang Raja Pencipta, dalam ibadah yang penuh sukacita karena karya-Nya.  Pemazmur kembali mengundang umat Tuhan untuk memberi waktu dalam ibadah kepada-Nya.

Pemahaman

  • Apa alasan pemazmur agar umat memberi waktu datang beribadah kepada-Nya?  (ayat 1, 3)
  • Apakah kita sudah memberi prioritas waktu untuk beribadah kepada-Nya? 

Bagian ini merupakan undangan pemazmur bagi umat-Nya untuk kembali menghormati TUHAN dengan beribadah kepada-Nya.  Undangan beribadah itu di awali dengan ajakan “Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, …. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur…”  Hal itu berarti bahwa pemazmur kembali mengingatkan umat-Nya bahwa rasa hormat kepada TUHAN harus ditunjukkan dengan memberi waktu untuk beribadah di hari perhentian-Nya.  Beribadah dalam hal ini bukan sekadar rutinitas tetapi dalam suasana sukacita yang dipenuhi ucapan syukur, penuh pujian akan kebesaran-Nya, menyembah dalam gemerincing alat musik dan sorak sorai nyanyian umat yang rindu berjumpa dengan-Nya (ay.2).  Undangan pemazmur ini ditujukan bagi semua umat yang mau datang menyembah Allah Sang Pencipta yang menciptakan seluruh jagad raya ini (ayat 3-5).  Tak ada alasan bagi umat untuk tidak datang beribadah dan bersyukur kepada-Nya.  Sebab, karya-Nya telah nyata.  Umat telah melihat dan mengalami karya penciptaan dan pemeliharaan-Nya.

Kadang-kadang kehidupan rutin telah menyita banyak waktu, sehingga bila sabat tiba maka kesempatan itu kita gunakan sebaik-baiknya untuk menyegarkan pikiran yang jenuh dan tubuh yang lesu seperti berlibur atau sekadar tidur-tiduran di rumah.  Atau mungkin juga ada yang memanfaatkan untuk menyelesaikan kepentingan bisnis yang tertunda.  Begitu banyaknya kegiatan hingga tak ada waktu mendengarkan suara Tuhan.  Hubungan dengan Tuhan bukan lagi yang utama.  Hari ini umat di ingatkan untuk menghormati Tuhan dalam ibadah yang penuh syukur kepada-Nya! 

Refleksi
Mari merenungkan: selama ini bagaimanakah kita memberi waktu ibadah kepada-Nya?  Apakah menjadi prioritas?  Bagaimana pula sikap hati kita dalam beribadah? Penuh rasa hormat dan sukacita atau rutinitas? 

Tekadku
Tuhan, tolonglah kami untuk mampu menyediakan waktu bagi Engkau dengan hati yang hormat dan rasa syukur kepada-Mu.

Tindakanku
Memprioritaskan waktu untuk beribadah kepada-Nya di hari sabat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«