suplemenGKI.com

Rabu, 19 Juni 2013

18/06/2013

IMAN MENGATASI KEHIDUPAN BUKAN MEMBATASI

Galatia 3 : 23 – 29

Pengantar
Sebuah komunitas membutuhkan identitas yang membedakannya dengan komunitas yang lain. Identitas tersebut dapat terlihat dari ketentuan-ketentuan yang dimiliki atau yang harus ditaati. Umat TUHAN pada masa sebelum kedatangan Kristus memiliki hukum Taurat yang membedakan kehidupan mereka dari bangsa-bangsa yang lain di sekitarnya, yang selanjutnya ketika keselamatan dalam Kristus dinyatakan, pembedaan itu terlihat dari kehidupan iman kepada ALLAH di dalam Kristus. Bagian firman TUHAN yang kita baca hari ini akan menolong kita untuk melihat hubungan antara keberadaan hukum Taurat dan iman kepada ALLAH di dalam Kristus.

Pemahaman
Ayat 23 – 24         :  Apakah peran dari hukum Taurat jika dikaitkan dengan iman ?

Ayat 25 – 27         :  Bagaimana keberadaan hukum Taurat setelah ada anugerah iman ?

Ayat 28 – 29         :  Siapa saja yang memperoleh anugerah iman di dalam Kristus ?

Hukum Taurat berperan untuk mengawal kehidupan umat TUHAN. Batasan-batasan yang dinyatakan dalam hukum Taurat menolong umat TUHAN untuk tidak keluar dari jalan TUHAN, menjadikan umat belajar hidup dalam ketaatan yang serius. Dengan keberadaan hukum Taurat, umat TUHAN dituntun untuk siap menyambut anugerah iman di dalam Kristus, umat TUHAN menjadi umat yang beridentitas khusus.

Setelah anugerah iman dinyatakan maka umat TUHAN dapat memiliki pegangan iman yang hidup dalam hatinya. Hukum Taurat tidak lagi mengawasi atau membatasi kehidupan kita. Dengan iman kita dimampukan untuk memahami maksud dan kehendak TUHAN melampaui apa yang tertulis secara harfiah, bahkan hubungan dengan ALLAH menjadi hubungan seorang Bapa dengan anak-anak-NYA, karena dipersatukan dengan Kristus, yang ditandai dengan peristiwa pembaptisan. Ada relasi yang berubah, yaitu dari relasi yang diwarnai hukum dan kekuasaan berganti menjadi relasi kasih.

Di dalam relasi kasih, anugerah iman diberikan kepada semua orang tanpa pembedaan. Semua orang dari segala bangsa dapat memperoleh anugerah iman yang TUHAN janjikan. Semua orang dapat menjadi milik Kristus tanpa batasan identitas tertentu.

Refleksi
Bercermin dari pembacaan dan pemahaman di atas, maka apakah kita masih sering atau senang membatasi kasih kita kepada orang lain karena pertimbangan-pertimbangan doktrin agama ? Dan apakah kita menjalin serta mengembangkan relasi atau komunikasi dengan sesama kita hanya berdasarkan identitas khusus ? Sudahkan kita menyatakan kasih yang didasarkan iman kepada Kristus yang tidak eksklusif dan terbatas ?

Tekadku
TUHAN, jadikan saya lebih terbuka untuk menyatakan kasih kepada sesama, melampaui batas-batas identitas keagamaan. Dan jangan biarkan saya terpasung pada pemahaman agama secara harfiah saja, tetapi makin bertumbuh dalam iman kepada Kristus yang berlimpah kasih.

Tindakanku
Mulai saat ini, saya akan makin mendasarkan sikap dan perbuatan sehari-hari dengan berpegang kepada iman dalam Kristus yang meleluasakan kasih kepada sesama secara lebih luas.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«