suplemenGKI.com

Ibrani 10 : 1-4

Antara Bayangan Keselamatan Dan Hakekat Keselamatan

PENGANTAR
Penulis kitab Ibrani menjelaskan bahwa Kristus adalah Imam besar kita untuk selamanya, yang senantiasa menjadi pengantara kita di hadapan takhta Allah ( 7 : 25 ). Tugas seorang imam adalah untuk memberikan korban bagi manusia dihadapan Allah untuk penyucian dosa. Oleh sebab itu dalam perjanjian lama ibadah selalu dikaitkan dengan korban persembahan binatang. Lalu apakah maknanya bagi kita ?

PEMAHAMAN

  1. Apa makna kalimat yang mengatakan bahwa, “dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang” ? ( ayat 1 )
  2. Lalu apa hakekat dari keselamatan itu sendiri ? ( ayat 1 )
  3. Apa hubungan hakekat keselamatan dengan korban ? ( ayat 1 & 4 )

Dalam bacaan kita berbicara tentang persembahan binatang dalam perjanjian lama dengan membandingkannya dengan korban Kristus melalui kematian-Nya diatas kayu salib. Dalam perjanjian lama persembahan korban dipahami sebagai korban kepada Sang Ilahi sebagai pengganti manusia yang berdosa. Setiap manusia/umat yang menyadari akan kesalahan dan dosa-dosanya akan mempersembahkan korban kepada Tuhan Allah sebagai tebusan akan dosa-dosanya, agar manusia berdosa dapat kembali layak berdiri dihadapan Tuhan Allah. Namun perlu diketahui bahwa korban-korban dalam perjanjian lama hanya merupakan tebusan sementara untuk dosa. Dan tidak akan pernah menjadikan umat yang mempersembahkan korban mendapatkan penebusan secara sempurna. Karena persembahan korban akan terus dilakukan dari tahun ke tahun, dan korban-korban tersebut menjadi sebuah bayangan dari keselamatan yang akan datang. Sedangkan hakekat yang sebenarnya dari keselamatan adalah melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Korban Kristus diatas kayu salib menyatakan kebenaran dan keadilan Allah bahwa korban yang satu-satunya yang membebaskan kita dari dosa adalah korban Sang Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus. Dan korban Kristus bersifat kekal dan sekali untuk selamanya. Kristus telah mati sebagai korban yang dipersembahkan oleh Tuhan Allah untuk menyelesaikan dosa manusia. Dengan demikian manusia diperdamaikan kembali dengan Tuhan Allah. Untuk itu kita patut bersyukur kepada Tuhan atas pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak lalu merenungkan : – Seandainya saat ini setiap dosa yang kita lakukan harus ditebus dengan korban binatang, apakah anda akan mempersembahkan korban binatang ? Kristus sudah mengorbankan Diri-Nya bagi kita, apakah yang perlu anda lakukan ?

TEKADKU
Ya Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu karena Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya.

TINDAKANKU
Kristus telah mengorbankan Diri-Nya maka saya akan mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*