suplemenGKI.com

DOMBA DAN ANGGUR

MAZMUR 80

Mazmur 80 ini, dibuka dengan sebuah doa permohonan umat dengan seruan yang sungguh-sungguh kepada  Tuhan Allah, disini Tuhan dipanggil dengan sebutan ”gembala Israel”. Meskipun gambaran tentang Tuhan sebagai gembala banyak ditemui dibanyak tempat, namun kekhususan Mazmur ini adalah bahwa Tuhan sebagai gembala Israel yang telah menggiring ”Yusuf” sebagai domba yang keluar dari perbudakan di Mesir. ”Yusuf” sebagai personifikasi Israel.

  1. Asaf membuat gambaran penting yang melambangkan bangsa Israel. Gambaran apa sajakah yang Asaf buat? Dan bagaimana ujung dari nasib kedua penggambaran tersebut, baik atau burukkah?
  2. Asaf membuat pernyataan sampai 3 kali, sebuah doa yang mirip dengan yang tertulisdi Bilangan 6: 22-27. Mengapa hal itu dilakukannya?

Renungan :
Di bagian awal dari Mazmur 80 ini nampak jelas bahwa bangsa Israel diibaratkan seperti kawanan domba, dan Tuhan sebagai gembala Israel. Sedangkan di ayat 2c, Allah digambarkan sebagai ”yang duduk diatas para kerub” yang diharapkan tampil bersinar menyatakan kekuasaanNya menyelamatkan Israel, yang saat itu sedang menderita, dikatakan bahwa makanan dan minuman mereka berlimpah-limpah ”air mata”, sedangkan Sang Gembala nampaknya membiarkan mereka menjadi sasaran empuk percideraan  tetangga kanan kiri dan menjadi bahan ejekan musuh. Bahkan diayat 5 menyatakan tentang penderitaan yang cukup berat sehingga mereaka mempertanyakan dengan tidak sabar, mengapa Alah marah dan membiarkan umatnya menderita ? sekalipun umatnya telah berdoa. Umat yang sedang menderita kepingin cepat dipulihkan kembali dan diselamatkan dari musuh-musuh yang telah mengakibatkan mereka menderita, mereka rindu kembali bahwa Tuhan sebagai gembala yang baik tetap menuntun mereka, memelihara mereka dan menjaga mereka sehingga umat merasa aman dan nyaman.(Mazmur 23).

Mulai dari ayat 9, gambaran bangsa Israel berganti tanaman anggur. Pohon anggur tersebut diambil dari Mesir dan secara khusus ”Sang Petani”/’Tuhan, menanamnya di tanah yang sudah dibersihkan dari tanaman lain [bangsa-bangsa]. Di tempat tersebut pohon anggur itu tumbuh sangat subur, begitu suburnya hingga gunung-gunung terlindung oleh bayang-bayangnya. Sungguh luarbiasa pohon anggur tersebut telah tumbuh. 

Namun bagaimana keadaan pokok anggur itu sekarang ? ayat 13-14 diceritakan betapa pohon anggur yang megah dan subur itu selanjutnya mengalami nasib yang buruk. Tembok pelindung sekelilingnya roboh, akibatnya siapapun yang lewat bisa memetik buahnya. Lebih sial lagi babi hutan serta sekelompok satwa lainnya bisa menggerogoti pohon tersebut!  Ini merupakan gambaran bahwa kebun anggur itu telah habis dimakan musuh, dan mereka mengalami penderitaan hebat, dan mereka meratap dengan penuh kepedihan kepada Tuhan. Mereka bertanya, mengapa Tuhan telah melakukan hal ini ? sungguh tak dapat dimengerti apa yang dikerjakan Tuhan kepada umat kesayanganNya.

Dalam penderitaan yang berat itulah pemazmur/umat menaikkan permohonan kepada Tuhan. Dengan penuh emosi pemazmur/umat memohon agar Tuhan datang kembali dan menyelamatkannya. Sebuah pengharapan akan pemulihan akan segera terjadi.

Sebagai penutup sekaligus bahan refleksi bagi kita semua, marilah kita melihat bagian dari Alkitab yang berbicara tentang Nyanyian Kebun Anggur, yang terdapat di dalam Yesaya 5: 1-7. Kebun Anggur Tuhan adalah bangsa Israel dan Yehuda, mereka adalah fauna kegemaran-Nya. Sebagai petani tentu Tuhan mengharapkan panen yang menggembirakan, tetapi apa yang terjadi kemudian? Dinanti-Nya keadilan tetapi hanya ada kelaliman! Ditunggu-Nya kebenaran namun cuma ada keonaran!!

Kita semua yang adalah umat Tuhan masa kini adalah domba-domba yang digembalakan sendiri oleh Tuhan Yesus (Yohanes 10), sekaligus juga ranting-ranting di Pokok Anggur dimana Bapa adalah Pengusahanya (Yohanes 15). Jangan menganggap remeh kasih karunia yang kita sudah peroleh dan nikmati saat ini. Tuhan tetap menuntut kesetiaan serta buah-buah yang tetap. Bagaimana dengan saudara ?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*