suplemenGKI.com

HATI YANG PEDULI

Matius 8:5-13

 

Pengantar
Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, adakalanya kita mendapatkan pertolongan dari orang-orang sekitar. Misalnya: Asisten Rumah Tangga yang menolong untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, tukang kebun yang membantu membersihkan taman di rumah, salah seorang anggota keluarga yang tinggal bersama dengan kita untuk membantu usaha pekerjaan, dan sebagainya. Meskipun mereka memiliki perbedaan maupun kekurangan, kita harus tetap menghargainya. Saudara, hari ini kita akan merenungkan kehidupan seorang perwira yang sangat menghargai kehidupan hambanya, yakni orang yang telah berjasa dalam menolong aktivitasnya sehari-hari.

Pemahaman

  • Ayat 5-7         : Permohonan apakah yang disampaikan oleh perwira itu kepada Yesus?
  • Ayat 8-10       : Bagaimanakah respon perwira itu ketika Yesus mengatakan bahwa Ia akan datang ke rumah untuk menyembuhkan hambanya?
  • Ayat 13          : Janji apakah yang diberikan Yesus kepada perwira itu?

Di Kapernaum ada seorang perwira yang datang menemui Yesus. Perwira itu bukanlah seorang Yahudi, ia menjadi kepala atas seratus serdadu.  Ia datang menemui Yesus karena hambanya sedang sakit lumpuh dan sangatlah menderita (ayat 6). Yesus meresponi kedatangan perwira itu dengan mengatakan bahwa Ia akan datang untuk menyembuhkannya. Namun, reaksi dari perwira itu sangatlah berbeda. Ia justru percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan dengan sepatah kata perintah saja, sama seperti dia selaku perwira yang dapat menggerakkan serdadu-serdadu dengan satu kata perintah saja (ayat 9). Perwira itu juga menambahkan bahwa ia sendiri juga taat kepada perintah atasannya. Apa yang ia ucapkan sangatlah dimaklumi, karena ia tidak ingin menimbulkan kesulitan bagi orang lain. Perwira itu tahu bahwa orang Yahudi segan untuk masuk ke rumah orang non-Yahudi.  Oleh karena itu, ia berkata, “ Aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku” (ayat 8).

Ketika Yesus mendengar  perkataan perwira itu, maka Ia pun menjadi takjub. Yesus mendapati bahwa perwira itu memiliki kebaikan hati dan perhatian yang besar kepada hambanya yang sakit. Walaupun hamba perwira itu sedang sakit, ia tetap menghargainya dan mempertahankannya. Banyak dari umat-Nya yang mengakui diri-Nya beriman, tetapi tidak memiliki tindakan iman yang  berbelas kasihan kepada orang lemah seperti perwira ini. Selain itu, Yesus juga memuji akan kepercayaan besar yang dimiliki oleh perwira itu. Perwira itu percaya bahwa Yesus akan menyembuhkan hambanya yang terbaring sakit, meskipun Yesus tidak masuk ke rumah tempat hamba perwira itu berbaring. Melihat iman yang dimiliki perwira itu, Yesus berjanji bahwa hamba perwira itu akan sembuh, dan pada saat janji itu diucapkan, maka sembuhlah hamba itu (ayat 13).

Refleksi
Apakah saat ini saudara memiliki seorang asisten rumah tangga, atau anggota keluarga lain (misal: sepupu, keponakan, menantu) yang tinggal bersama-sama dengan saudara? Bagaimanakah relasi saudara dengan mereka? Tuhan menghadirkan mereka bukan hanya untuk menolong kita untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Melainkan kita juga diajar untuk memperlakukan mereka dengan penuh kasih, sebagaimana kasih yang telah Tuhan tanamkan dalam diri kita.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku dan keluargaku kurang memiliki kepekaan dan hati yang peduli pada mereka yang telah menopang kami. Ajar kami untuk mengasihi dan menerima mereka dengan hati yang tulus.

Tindakanku
Aku dan keluargaku belajar untuk lebih peduli dan tidak semena-semena terhadap orang-orang yang telah membantu kami. Hari ini kami sekeluarga akan melakukan salah satu kebaikan bagi mereka:….. (sebutkan), sehingga mereka turut bersukacita dan merasakan kasih Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«