suplemenGKI.com

Mazmur 113

Tuhan Meninggikan Orang Yang Rendah

 

Pengantar:
ST. Theresa “Jangan percaya bahwa engkau telah mengalami kemajuan dalam kesempurnaan, kecuali engkau menganggap diri sebagai yang paling hina dari semua dan menghendaki semua lebih dipilih dari engkau. Inilah tanda dari mereka yang besar di mata Allah, yakni menjadi kecil dalam pandangan mereka sendiri, dan semakin mulia di dalam pandangan Allah, semakin hina dalam pandangan mereka sendiri” Alangkah indahnya dunia bila banyak orang memiliki hati seperti ST. Theresa, yang selalu melihat bahwa orang lain lebih utama dari dirinya sendiri. Nilai inilah yang terkandung dalam Mazmur 113. 

Pemahaman:

  • Apa yang menjadi pesan penting dari Mazmur 113 ini?
  • Situasi apakah yang terekam oleh pemazmur tentang masyarakat Israel pada waktu itu? 

Mazmur ini berisi puji-pujian akan kemuliaan Allah, kemuliaan Allah itu terungkap dengan jelas dalam sikap-Nya yang mau merendahkan diri untuk melihat ke bumi dan memperhatikan kehidupan umat manusia di bumi (5-6) Mazmur ini biasa dinyanyikan oleh orang Yahudi pada perayaan Paskah, khususnya dinyanyikan setelah perjamuan. Pujian yang diawali kata Haleluyah ini menjadi suatu ajakan untuk memuliakan Allah Jahweh. Ajakan kepada seluruh bumi dan segala masa patut ikut-serta dalam pujian bagi Jahweh, Jahweh yang melebihi serta menguasai segala sesuatu lagi berbelaskasih terhadap semua kaum. Selain bertujuan untuk mengangungkan Jahweh yang adalah Sang penguasa dan penuh dengan belaskasihan, Mazmur ini juga hendak mengingatkan dua hal: Pertama, Kepada kaum bangsawan, kaum berkedudukan dan para pemimpin agama agar tidak meninggikan diri lantas merendahkan orang lain oleh karena memiliki posisi, melainkan tetap bersikap rendah hati dengan meneladani Tuhan yang rela merendahkan diri sekalipun Dia Allah. Kedua, Kepada kaum yang lemah (orang yang hina-dina, miskin, perempuan mandul) janganlah menjadi minder, rendah diri atau kurang percaya diri, karena Allah akan memulihkan keadaan mereka yang lemah sesuai dengan belaskasihan dan pengharapan umat kepada-Nya. Sebab Allah menghargai semua golongan baik yang berkedudukan ataupun yang hina. Oleh karena itu baiklah setiap orang yang hidup karena anugerah Allah harus saling mengasihi, menghargai dan menerima satu dengan yang lain apapun keadaannya. 

Refleksi:
Siapakah yang patut kita tinggikan dalam hidup ini? Pemazmur menyerukan “dari terbitnya matahari biarlah seluruh alam raya memuji Tuhan” Maka hanya Tuhanlah yang patut ditinggikan. Orang-orang yang meninggikan Tuhan niscaya ia akan ditinggikan.

Tekad:
Tuhan ajarlah aku agar di dalam segala aspek hidupku aku meninggikan Engkau. Dengan meninggikan Engkau maka aku dapat melihat dan menghargai sesamaku seperti Engkau melihat dan menghargai aku.

Tindakan:
Dalam momen bulan keluarga ini, aku mau meneladani kerendahan hati Tuhanku, yang walaupun Dia adalah Allah tetapi rela merendahkan diri untuk menjangkau aku yang hina-dina ini. Biarlah aku juga rela menerima orang-orang yang selama ini dianggap rendah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*