suplemenGKI.com

RELASI DAN REALISASI IMAN

1 Tesalonika 1 : 1 – 10

Pengantar
Di Dalam beberapa kesempatan, saya sering mengungkapkan tentang pentingnya hal mengasihi sesama (keluarga maupun di luar ikatan keluarga). Dan salah satu wujudnya adalah dalam hal saling mendoakan. Ungkapan sederhana ini berbunyi: “Kita bisa berdoa bagi sesama tanpa kasih (hanya kebiasaan dan kewajiban), tapi jika kita mengasihi sesama, maka kita pasti mendoakan mereka”. Tentu tidak hanya dalam hal saling mendoakan, tapi juga dalam hal saling menjalin dan membangun relasi sebagai saudara seiman dalam keluarga ALLAH. Ada relasi iman yang selalu memperjumpakan satu dengan yang lain, tetapi juga menjadi wujud realisasi iman yang memberi inspirasi (teladan). Maka mari kita memperhatikan surat 1 Tesalonika 1 : 1 – 10  untuk menemukan inspirasi iman di dalamnya.

Pemahaman
Ayat  1 – 5           :  Bagaimana kehidupan iman (kerohanian) Rasul Paulus dan rekan sepelayanannya?
Ayat  6 – 10         :  Bagaimana kehidupan iman (kerohanian) Jemaat Kristus di Tesalonika?

Rasul Paulus, Silwanus, dan Timotius hidup dalam ikatan kasih karunia dan damai sejahtera TUHAN yang juga meluap (mengalir) dalam salam mereka kepada jemaat di Tesalonika. Mereka selalu mengucap syukur kepada ALLAH karena keberadaan jemaat di Tesalonika dan menyebut Jemaat di Tesalonika dalam doa mereka. Ini karena Rasul Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya selalu mengingat pekerjaan iman jemaat di Tesalonika, juga usaha kasih dan ketekunan pengharapan jemaat tersebut kepada TUHAN YESUS Kristus. Jemaat di Tesalonika dipandang sebagai umat yang dipilih dan dikasihi ALLAH. Mereka terus menjalin dan membangun relasi persekutuan sebagai keluarga ALLAH.

Adapun Jemaat Kristus di Tesalonika adalah persekutuan yang hidup sebagai penurut Tuhan, juga menuruti Rasul Paulus dan rekan sepelayanannya. Sekalipun dalam penindasan yang berat mereka menerima Firman TUHAN dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga mereka menjadi teladan (inspirasi) untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya, bahkan di semua tempat telah tersiar kabar tentang iman mereka kepada ALLAH, yaitu bagaimana mereka berbalik dari berhala-berhala kepada ALLAH untuk melayani ALLAH yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-NYA dari sorga, yang telah dibangkitkan-NYA dari antara orang mati, yaitu TUHAN YESUS, yang menyelamatkan orang percaya dari murka yang akan datang. Jemaat Kristus di Tesalonika telah merealisasikan iman mereka, dan menjadi inspirasi (teladan) iman bagi banyak orang.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita hidup dalam relasi iman yang baik dengan sesama keluarga ALLAH, dalam hidup saling mengingat dan mendoakan?
  • Apakah iman kita telah terealisasi secara baik (memberi inspirasi) di tengah tantangan jaman yang berat ataupun yang terlihat me’mudah’kan (tawaran kemudahan/kenyamanan)? 

Tekad
Ya ALLAH, buatlah aku mampu membangun dan menjalin relasi iman dan merealisasi iman dalam kehidupan nyata.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan tekun berdoa bagi sesama sebagai salah satu wujud realisasi imanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*