suplemenGKI.com

DUNIA MERATAP KALA KRISTUS MERAJA

Wahyu 1 : 4 – 8 

Pengantar
Dalam logo GKI terdapat huruf Alfa dan Omega, juga gambar perahu di atas gelombang air serta salib di tengahnya. Huruf Alfa dan Omega sesungguhnya dapat mengingatkan kita akan keberadaan TUHAN yang mengadakan dan menyempurnakan segala kehidupan termasuk yang menjadikan keberadaan kita. Namun seberapa kuat kita menghayati makna keberadaan TUHAN, Sang Maha Kuasa, yang membuat kita sebagai umatnya dapat tetap setia dalam perjalanan dunia yang sering mengalami gelombang dan salib kehidupan. Maka mari kita melihat apa yang diungkap dalam Wahyu 1 : 4 – 8 untuk memperkuat kesetiaan kita sebagai orang yang beriman kepada ALLAH di dalam TUHAN YESUS Kristus.

Pemahaman

  • Apa makna dari pernyataan: “Aku adalah Alfa dan Omega, firman TUHAN ALLAH, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa” pada ayat 8 dan juga dikatakan dalam ayat 4?
  • Bagaimana keberadaan Kristus dalam kaitan dengan kehidupan jemaat-NYA? (ayat 5 – 7 )

Alfa dan Omega adalah huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani,  yang dikenakan kepada ALLAH dan Kristus untuk menyatakan keberadaan ilahi yang mengadakan (awal) dan menyempurnakan (akhir) segala kehidupan, yang juga dinyatakan sebagai firman TUHAN ALLAH, Yang Maha Kuasa.

Dan bahwa Kristus adalah Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja di bumi membawa pada kesadaran dan penghayatan bahwa kehidupan umat yang dikasihi dan telah dilepaskan dari dosa juga akan menyaksikan kuasa kerajaan-NYA jika memiliki kesetiaan dalam hidup beriman.

Jadi jemaat dipanggil untuk setia menjadi pelayan-pelayan dalam kerajaan-NYA yang menyatakan kemuliaan dan kuasa ALLAH untuk selama-lamanya, serta menjadi saksi kedatangan Kristus pada kali yang kedua, di mana semua mata melihat dan segala bangsa di bumi akan meratapi DIA sebab sungguh hebat kuasa yang akan dinyatakan-NYA kelak.

Panggilan untuk hidup setia tewujud dalam hidup meneladani kesetiaan TUHAN yang walau harus mengalami penderitaan bahkan kematian namun membawa pada jalan kemuliaan rajani, yang penuh kuasa ilahi.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan: Sekuat apakah kesetiaan kita kepada TUHAN di tengah gelombang kehidupan yang kita alami? Dan apakah kita dapat menjadi saksi ALLAh yang setia?

Tekad
Ya TUHAN, jadikan aku pribadi yang setia beriman kepada-MU, dan menjadi saksi kemuliaan nama-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan berusaha untuk mempersaksikan (memeragakan) kasih dan kemahakuasaan TUHAN melalui kesetiaan hidup sebagai orang beriman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*