suplemenGKI.com

Rabu, 18 Juli 2012

17/07/2012

HADIRNYA SANG TUNAS ADIL

Yeremia 23:5-6

Pada umumnya di tengah kekacauan, ketidakdilan dan penderitaan, masyarakat berharap akan hadirnya Penyelamat yang membawa perubahan kehidupan menjadi lebih baik. Dalam kehidupan umat ALLAH, harapan akan perubahan kehidupan yang lebih baik disambut dengan janji datangnya Tunas Adil bagi Daud.

Pendalaman Teks Alkitab

  • Ayat 5: Siapakah yang dimaksud  Tunas Adil bagi Daud dalam ayat ini?
  • Ayat 6: Apakah yang akan dilakukan oleh Sang Tunas Adil ?
  • Apakah yang perlu kita lakukan agar tunas keadilan selalu tumbuh di negeri kita?

 

Renungan

Pertolongan TUHAN bagi umat-Nya dinyatakan dengan munculnya seorang raja pada waktunya. Untuk menggambarkan kedatangannya, dipakailah istilah Tunas. Hal ini bisa dibandingkan dengan tumbuhnya tunas  pada pokok anggur.   Pada musim bunga , tunas-tunas yang baru dan kuat  keluar dari suatu tunggul pokok anggur yang pada  musim dingin tampaknya mati. Dengan cara yang sama pada waktu yang tepat seorang raja yang adil akan muncul dari keturunan Daud yang sekarang tampaknya dipadamkan.

Tunas adil atau raja adil akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan melakukan keadilan dan kebenaran  di negeri.  Dia akan memperlakukan rakyat secara adil. Dalam jamannya Yehuda akan  dibebaskan  dan Israel akan  hidup dengan tenteram. Dia seorang keturunan Raja Daud yang benar dan bukan seorang pemberontak yang memegang takhta bagi dirinya sendiri. Dia memerintah dengan bijaksana dan bukan sebagai wayang saja yang dikendalikan  oleh raja asing.  Pada waktu itu kerajaan Israel Utara maupun Yehuda akan mengalami kemerdekaan dan damai sejahtera. Sang Raja adil itu diberi nama “Tuhan, keadilan kita”. Nama ini mirip  dengan nama Zedekia yang berarti “Tuhan adalah keadilanku”.  Akan tetapi Sang Raja Adil  itu tidak bersifat lemah seperti Zedekia yang wataknya sangat berbeda dengan namanya.  Sang Raja Adil akan membebaskan umat itu dari musuh-musuhnya.

Hadirnya keadilan dari TUHAN melebihi apa pun. Manakala keadilan diputarbalikkan dan diperjualbelikan, TUHAN tidak tinggal diam. Selalu ada orang yang diutus TUHAN untuk menegakkan keadilan. Oleh karena itu apabila Saudara mengalami penindasan atau menjadi korban ketidakadilan, janganlah berhenti berharap keadilan dari TUHAN. TUHAN akan mengirimkan hamba-Nya untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Hal ini juga sekaligus memberikan kekuatan pada kita agar tidak ambil bagian dalam penyelewengan keadilan. Sebaliknya seharusnya kita malah menjadi pejuang keadilan yang menumbuhkan tunas-tunas keadilan yang membaharui kehidupan masyarakat negeri ini.

Lihatlah kondisi  di sekitar kita. Ketidakadilan bisa terjadi di mana-mana, juga termasuk di tengah keluarga. Apakah Saudara mau dipakai TUHAN untuk menumbuhkan tunas-tunas keadilan di sekitar kita?  TUHAN tidak bekerja sendirian dalam menumbuhkan keadilan di tengah dunia. IA melibatkan hamba-hamba-Nya termasuk saudara dan saya. Kita bisa menjadi hamba yang diutus menumbuhkan tunas keadilan di tengah keluarga, di masyarakat dan di mana pun kita berada. Bila kita ingin negeri kita dipenuhi keadilan, maka kita harus berani menyerahkan diri untuk dipakai TUHAN sebagai hamba yang menumbuhkan tunas keadilan.

Mari akhiri renungan hari ini dengan menyanyi KJ 260:2

Memerangi gelap kemiskinan, menyinarkan terang keadilan.
Datanglah kerajaan-Mu.
Di lautan, di gunung, di ladang dan di bandar, di pasar, di jalan.
Datanglah kerajaan-Mu

Refrein:  Datanglah, datanglah, datanglah Kerajaan-Mu!

 

Doa:
TUHAN, pakailah aku menjadi tunas keadilan dari Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«