suplemenGKI.com

Rabu, 18 April 2018

17/04/2018

PENGALAMAN BERSAMA SANG GEMBALA  

Mazmur 23:1-3

 

PENGANTAR
Apa yang saudara pahami tentang Allah sebagai Gembala yang baik?  Apakah saudara pernah mengalami Dia sebagai Gembala yang baik?  Memahami dan mengalami siapa Sang Gembala itu, tidak harus melalui hal-hal yang besar dan dahsyat.  Melalui hal-hal yang kecil dan sederhana sekalipun kita bisa memahami dan mengalami kebaikan Sang Gembala.  Kita akan belajar bagaimana pengalaman pemazmur secara sederhana dalam relasinya dengan Sang Gembala. Mari kita baca dan renungkan! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 1: Bagaimana pemazmur menggambarkan Tuhan dalam hidupnya?
  • Ayat 2-3: Apa yang pemazmur yakini tentang perbuatan Tuhan dalam hidupnya?
  • Pernahkah saudara mengalami Tuhan secara riil dalam keseharian?

Tidak diketahui dengan pasti kapan Mazmur ini ditulis.  Beberapa penafsir berpendapat bahwa Mazmur ini ditulis ketika Daud masih muda.  Sebab profesi dan peran gembala yang diceritakan dalam Mazmur ini pernah Daud jalani sebelum dirinya menjadi raja (I Samuel 16:11).  Itu sebabnya, Daud bukan sekadar menceritakan pengalamannya tapi juga apa yang ia rasakan sebagai pengalaman pribadinya dalam relasi dengan Tuhan.  Ungkapan seperti “takkan kekurangan . . . membaringkan . . . menyegarkan” seolah menempatkan Daud layaknya domba di hadapan Tuhan yang adalah gembala.  Dalam pengalaman sebagai domba, Daud mengaku, “takkan kekurangan aku”.  Bagi Daud, Tuhan bukan pribadi yang jauh atau sukar dipahami melalui logika.  Sebaliknya bagi Daud, Tuhan adalah pribadi yang begitu dekat dan nyata melalui pengalaman keseharian.  Kehadiran Allah yang personal sebagaimana pengakuan Daud, tidak bisa sebatas pikir, tapi lebih kepada pengalaman nyata yang bisa dirasakan.

Bagaimana dengan kita?  Apakah kita mempunyai pengalaman yang sama atau berbeda dengan Daud?  Seringkali umat mengalami kesenjangan antara pemahaman dan pengalaman. Tuhan hanya ada di dalam otak, dan  seolah tidak ada dalam pengalaman keseharian.  Melalui mazmur ini, pelantunnya, Daud, hendak mengajarkan pentingnya pengharapan dalam keterbukaan diri di hadapan Tuhan.  Pengharapan itu berangkat dari kesadaran diri sebagai pribadi yang tidak mampu, sesat dan tidak berdaya bila tanpa Tuhan.  Daud terbuka, apa adanya dan bersedia menyambut Tuhan dalam pergumulan hidupnya.  Melalui pengalaman yang biasa, yaitu sebagai gembala,  dan kesediaan membuka hidupnya,  Daud akhirnya ‘menemukan’ dan mengalami Tuhan.  Bagi tiap orang percaya, pengalaman Daud menegaskan ulang bahwa Allah sepenuhnya hadir dan menyapa umat-Nya melalui keseharian dengan cara-Nya yang unik.  Mari belajar menanggapi kehadiran Allah melalui pengalaman hari lepas hari.  Dia ada dan terus berkarya di tengah umatNya.

REFLEKSI
Dalam keheningan mari memahami: Allah mampu menyatakan diri dan kehendak-Nya melalui hal-hal yang sederhana dalam hidup kita.  Jalin relasi yang dekat dengan-Nya maka saudara akan memahami dan mengalami siapa Sang Gembala yang baik itu. 

TEKADKU
Ya Tuhan tolong aku, agar tidak hanya menyakini, tetapi juga mengalami Tuhan dalam hidup melalui hal-hal yang sederhana.

TINDAKANKU
Aku mau mensyukuri hal-hal kecil dalam hidupku.  Sebab dengan bersyukur untuk hal-hal kecil berarti terbuka memahami dan mengalami Tuhan dalam kesederhanaan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«