suplemenGKI.com

Rabu, 18 Agustu 2021

17/08/2021

Allah yang Memerdekakan (1)

Mazmur 34:1-11

 

Pengantar

Merdeka dapat diartikan sebagai terbebas dari suatu kondisi yang menindas kita. Hari ini kita akan belajar bagaimana sikap Pemazmur pada waktu ia terbebas dari suatu masalah yang mengancam nyawanya.

Pemahaman

-   Menurut Saudara, bagaimanakah kondisi Pemazmur? Pernahkah Saudara berada dalam kondisi yang yang dialami Pemazmur?

-   Bagaimana cara Pemazmur melihat Allah dalam kondisinya yang dialaminya itu? dan apa yang dapat kita teladani dari sikap Pemazmur tersebut?

Ayat 1 memberikan gambaran latar belakang Mazmur ini, yang mengingatkan kita bagaimana Pemazmur yang pada waktu itu sudah diurapi Samuel menjadi raja malah justru dikejar-kejar raja Saul, sampai harus melarikan diri ke daerah Gat, wilayah kekuasaan raja Abimelekh yang merupakan bagian dari wilayah musuh bebuyutan bangsa Israel, yaitu bangsa Filistin, serta berpura-pura menjadi orang yang tidak waras.

Sekalipun ayat 1 memberi gambaran keadaan Pemazmur yang tidak menyenangkan, namun pada dasarnya Mazmur 34 ini dibuka dengan ajakan untuk memuji Tuhan. Kondisi Pemazmur bukan hanya rindu memuji TUHAN (ay. 2-3), tetapi juga mengajak sesamanya untuk memuji Tuhan (ay. 4). Pemazmur mengungkapkan dengan lugas alasan yang membuatnya memuji Tuhan, yaitu Tuhan telah menjawab Pemazmur serta melepaskannya dari segala hal yang membuat hatinya gentar (ay. 5). Pengalaman ini membuat Pemazmur mau berbagi serta mengajak sesama untuk mengarahkan pandangannya kepada Tuhan (ay. 6). Pemazmur terus menggaungkan kepedulian Allah akan pergumulan yang dialami umat-Nya. Pada waktu umat Allah tertindas oleh berbagai persoalan lalu berseru kepada-Nya, maka Tuhan akan menyelamatkan umat-Nya dari segala kesesakan itu (ay. 7). Bahkan Allah akan menjaga kehidupan orang-orang yang takut akan Dia serta meluputkannya dari malapetaka (ay. 8).

Karena itu Pemazmur mengajak umat Allah untuk berlindung kepada-Nya agar dapat mengecap, menikmati kebaikan Allah (ay. 9). Pengertian berlindung kepada Tuhan di sini sama dengan hidup dengan takut akan Allah. Dan pada waktu kita hidup takut akan Allah, maka kita akan merasakan pemeliharaan Allah (ay. 10). Dalam menggambarkan pemeliharaan Allah ini Pemazmur membandingkan dengan singa-singa muda. Singa adalah gambaran kekuatan, sedangkan usia muda menggambarkan masa keemasan. Dengan kata lain Pemazmur berkata bahwa orang yang sangat kuat dan dalam masa kejayaannyapun dapat merana kelaparan, tetapi orang yang takut akan Allah akan tetap terpelihara selamanya (ay. 11).

Refleksi

Pada waktu kita dapat keluar dari suatu masalah, sejauh mana kita melihat bahwa hal itu karena pertolongan Tuhan? Ataukah kita merasa hal tersebut karena kecerdikan kita?

Tekadku

Doa: Tuhan, kalau saya masih ada sampai sekarang ini, tolong saya untuk melihat bahwa semua itu hanyalah kasih karunia-Mu semata.

Tindakanku:

Saya akan bersyukur atas anugerah Tuhan sehingga saya masih ada seperti sekarang ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«