suplemenGKI.com

Bacaan Ibrani 5:1-10

Perantara Kita

               

                Penulis Ibrani memberikan gambaran tentang jabatan Imam Besar yang disandang oleh Yesus Kristus, yang pertama sebagai jembatan antara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus, kedua sebagai seorang yang memahami pergumulan manusia.

  1. Imam Besar yang bagaimanakah yang dapat memenuhi kriteria dari Allah?
  2. Apa yang telah dilakukan oleh seorang Perantara bagi umatNya?
  3. Mengapa harus ada perantara bagi umatNYa untuk menjumpai Allah?
  4. Hal apakah yang dapat kita ambil dari bacaan tersebut?

 

Renungan:

                Imam Besar harus memenuhi kriteria dari Allah, karena ia akan menjadi perantara antara manusia dengan Allah. Yang pertama, Imam besar tersebut harus memahami manusia yang diwakilinya yaitu manusia yang mempunyai kelemahan-kelemahan dan bahkan dosa-dosanya. Yang kedua, Imam besar itu dapat turut merasakan penderitaan manusia yang diwakilinya. Yang ketiga, sadar bahwa panggilan Allah bukan untuk mengambil kehormatan diri sendiri melainkan menjadi perantara. Yang keempa,. Imam Besar ini juga menjadi perantara antar Allah dengan manusia, artinya bahwa sifat Allah yang kudus harus ada dalam Imam Besar tersebut. Yang kelima, ia harus mempersembahkan korban karena dosa umat dan juga bagi dirinya sendiri.

                Imam besar dipilih dan ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan korban bagi umat manusia yang berdosa. Tidak ada seorangpun yang bebas masuk ke dalam kerajaan Allah, berjumpa dengan Allah di hari penghakiman tanpa melalui persembahan korban. Orang Israel tahu bahwa mereka membutuhkan Perantara antara dirinya dan Allah yang kudus.

                Sang Perantara harus mengerti kondisi yang dimediasinya, Imam Besar ini memahami bahwa bangsa Israel/ umatNya dalam kondisi yang berdosa. Seorang Imam Besar tidaklah bertindak untuk menjauhkan diri dari orang berdosa, karena ia kudus atau layak, namun sebaliknya ia harus memahami kelemahan dan dosa umatNya supaya ia dapat mempersembahkan korban penghapusan dosa.

                Penulis Ibrani mau menunjukkan bahwa yang dapat memenuhi syarat sebagai Imam Besar hanyalah Yesus.  Yesus menjadi Imam Besar bukan karena kekuasaan diriNya tetapi karena Allah yang menetapkan-Nya

                Sebagai Imam Besar Yesus menunjukkan kepeduliannya secara total terhadap mereka yang lemah, tidak berdaya dengan segala kesulitan dan kelemahan manusia. Di dalam menjalankan tugasnya sebagai Imam Besar yang mempersembahkan korban, bahkan korban dirinya sendiri kepada Allah. Dengan pengurbananNya, Ia menjadi pokok keselamatan bagi semua orang. Dengan demikian keselamatan semua orang terletak kepada mereka yang mau percaya kepada Yesus yang telah menjadi perantara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus.

                Perantara kita telah melakukan segala-galanya bagi kita manusia yang berdosa, supaya kita tidak perlu menanggung hukuman dosa-dosa kita. Perantara kita sudah melakukan yang terbaik bagi hidup kita. Apakah kita juga sudah melakukan yang terbaik bagi Perantara kita?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«