suplemenGKI.com

DOA SALOMO

1 Raja-raja 8:22-30

 

Pengantar
Rencana pembangunan Bait Suci sudah dimulai sejak zaman pemerintahan Daud. Bait Suci itu sendiri didirikan setelah Salomo mendirikan istana kerajaannya. Sejak awal, memang sentralitas Bait Suci sudah terlihat jelas karena Bait Suci dibangun di tengah-tengah ibukota dan juga berdampingan dengan istana kerajaan. Doa Salomo yang ia sampaikan kepada Tuhan merupakan bagian dari pentahbisan Bait Suci. Pentahbisan dilakukan dalam rangka menguduskan dan juga menyerahkan kepada Tuhan setiap karya yang sudah dikerjakan manusia kepada Allah.

Pemahaman

  • Ayat 22-24   : Bagaimana cara Salomo memuliakan Tuhan?
  • Ayat 25-30   : Apa inti dari isi doa Salomo?

Melalui doanya kepada Tuhan, Salomo telah berhasil mewujudkan apa yang menjadi janji dan kehendak Tuhan di dalam kehidupan orang-orang Israel, terkhusus ketika Israel ada di bawah pemerintahan Salomo. Salomo tidak hanya dikenal sebagai raja yang penuh hikmat, tetapi juga dikenal sebagai raja yang berhasil membangun pemerintahan atau kerajaan Israel yang memiliki sumber daya melimpah. Bangsa Israel menjadi bangsa yang kaya di tengah bangsa-bangsa lainnya. Bait Suci menjadi simbol ketaatan umat kepada Tuhan. Secara khusus mereka memberi tempat bagi Tuhan melalui Bait Suci yang dibangun dengan megah. Bait Suci adalah tempat yang penting bagi orang-orang Israel karena di sanalah mereka bisa merasakan kehadiran Tuhan. Di dalam Bait Suci mereka memuliakan nama Tuhan dan juga melalui Bait Suci, doa umat didengarkan. Hal inilah yang mendorong Salomo untuk berdoa kepada Tuhan.

Doa Salomo diawali dengan pengakuannya terhadap kebesaran Tuhan yang sudah memelihara perjanjian dan kasih setia kepada umat-Nya. Kebesaran Tuhan yang juga menunjukkan bahwa Ia terus memegang janji-Nya dan tidak pernah melupakan apa yang sudah direncanakan-Nya sejak zaman pemerintahan Daud, dan diwujudkan pada masa pemerintahan Salomo (ay. 24). Melalui doa ini, Salomo menunjukkan kerendahan hatinya di hadapan Allah. Salomo juga memohon agar Allah selalu menghadirkan pemeliharaan atas kehidupan orang-orang Israel. Dengan didirikannya Bait Suci, itu berarti ada kesungguhan umat Israel dalam menempatkan Allah di dalam kehidupan mereka. Salomo menyadari bahwa Allah begitu besar kuasa-Nya, sehingga Salomo juga merendahkan dirinya di hadapan Allah dan mengakui kebesaran Allah jauh lebih besar dari karya manusia dan juga jauh lebih besar dari Bait Suci yang sudah didirikan bangsanya.

Salomo memohon kepada Allah agar Ia selalu mendengarkan permohonan doa dari setiap umat-Nya dan juga memberi perhatian kepada umat-Nya (ay. 28-30). Pendirian Bait Suci sesungguhnya berperan dalam satu aspek perubahan hidup bangsa Israel, yaitu menempatkan Tuhan sebagai pusat di dalam kehidupan. Bukan hanya letak bangunan Bait Suci yang berada di pusat pemerintahan, tetapi juga kehadiran Allah saat ini telah menjadi pusat kehidupan umat. Dengan demikian, bangsa Israel menjadi semakin giat berdoa, dan memohon hanya kepada Allah.

Refleksi
Pembangunan Bait Suci mengubah satu aspek kehidupan orang-orang Israel, yaitu memusatkan hidup mereka hanya kepada Allah. Kehadiran Bait Suci mendorong setiap orang Israel untuk semakin rajin dan giat dalam membangun iman dan rasa percaya mereka melalui doa dan permohonan, sekaligus terus merasakan bahwa Allah selalu menyertai sebab Ia ada di pusat kehidupan. Pada saat ini, marilah kita mengambil waktu untuk merenungkannya: Apakah Tuhan selalu menjadi pusat di dalam kehidupan kita? Apakah kita selalu tekun dan setia dalam doa dan permohonan kepada-Nya?

Kekuatiran hidup sering merusak fokus hidup kita kepada Allah. Allah yang hadir di tengah kehidupan beriman membuat kita semakin yakin dan percaya bahwa Dia adalah segalanya bagi kehidupan kita. Dia selalu menyertai kita dan selalu menepati janji-Nya. Ia membawa kita kepada jalan keselamatan. Marilah kita semakin giat dalam berdoa dan berkarya untuk kemuliaan nama-Nya. 

Tekadku
Tuhan, Engkaulah pusat kehidupan kami. Pimpinlah kami agar tidak terlena dengan urusan-urusan hidup kami, tetapi kami mau menyerahkan semua hal di hidup kami ke dalam tangan-Mu. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berjuang mengalahkan satu kekuatiran saya dengan percaya bahwa Tuhan pasti menolong saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*