suplemenGKI.com

Mazmur ini menggambarkan betapa bahagianya bangsa Israel yang telah bebas dari pembuangan di Babel, hal itu terjadi seakan-akan hanya dalam bayangan atau dalam mimpi saja. Bangsa Israel menyadari bahwa pembebasan dari negri Babel dapat terjadi hanya karena keperkasaan Tuhan saja.

  1. Apa yang sedang dialami oleh bangsa Israel? Perhatikan ayat 1 dan 2.
  2. Apa yang dikatakan oleh orang-orang lain terhadap bangsa Israel yang telah dibebaskan dari perbudakan di Babel?
  3. Apa yang diharapkan oleh umat Tuhan terhadap negrinya? Perhatikan ayat 4.
  4. Gambaran apa yang sebenarnya sedang terjadi di bangsa Israel? Perhatikan ayat 4-6.

Renungan

Bangsa Israel merasakan sukacita yang luar biasa, karena telah bebas dari penjajahan negri Babel. Mereka bersuka-cita karena menurut mereka sesungguhnya hal pembebasan ini tidak dapat dimengerti dengan akal pikiran mereka. Mereka mendapatkan pembebasan ini seakan-akan seperti mimpi saja. Mereka juga menyadari bahwa hal ini dapat terjadi bukan karena kekuatan mereka namun semata-mata karena kekuatan Tuhan, dan hanya Tuhan sajalah yang dapat melakukan semuanya ini.

Penyelamatan sepenuhnya adalah tindakan Allah, umat Tuhan hanya merasakan seperti mimpi saja, umat Tuhan tidak ada andilnya sama sekali dalam karya keselamatan ini. Hal ini yang menjadi kesaksian yang indah bagi bangsa-bangsa lain, dimana mereka mengakui bahwa Tuhan bangsa Israel yang telah melakukan perkara yang besar kepada umatNya.

Bangsa Israel yang sudah lepas dari pembuangan segera menyadari realita yang ada dalam tanah airnya, dimana keadaan dan kondisi mereka waktu pulang dari Babel adalah miskin dan tidak berdaya. Mereka perlu menata ulang negri mereka sendiri, karena sudah lama terpuruk dan tidak dipelihara dengan baik. Terasa berat sekali untuk dapat hidup dengan baik di negri yang sudah gersang, namun Firman Tuhan mengingatkan kepada mereka, bahwa orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai. Gambaran seorang petani yang sedang menabur menyadarkan kepada bangsa Israel bahwa yang dapat memberikan pertumbuhan kepada benih yang ditabur adalah Tuhan sendiri. Dengan kata lain, meskipun keadaan negri Israel gersang dan miskin, Tuhan akan memberkatinya sehingga mereka yang taat dan setia akan akan pulang dengan sorak-sorai, sambil membawa berkas-berkasnya.

Apakah kita pernah merasakan seperti bangsa Israel yang hidup dalam keputus-asaan yang mendalam? Apakah yang kita lakukan dalam kondisi yang buruk tersebut? Pemazmur mengajarkan kepada kita, kala keadaan yang sulit dan berat kita hadapi, maka kita diharapkan meminta pertolongan kepada Tuhan, Tuhan yang dapat mengerjakan mujizat-mujizatĀ  akan memulihkan kita dengan caraTuhan sendiri.

Semakin kita mengenal Tuhan, semakin banyak pula pengharapan-pengharapan kita kepadaNya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Barthimeus Sumbayak,S.Pd. says:

    Tanks, atas renungannya. jadi terbantu nih buat persiapan. Syalooom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*