suplemenGKI.com

Yoel 2:12-17

BERTOBAT: BERBENAH, BERUBAH, BERBUAH

 

Pengantar
Dalam sebuah perjalanan, bila kita tak menguasai arah perjalanan maka ada kemungkinan kita akan mengalami salah jalan. Pernahkah Saudara mengalami salah jalan? Di hari Rabu ini, kita akan berhenti sejenak untuk merenungkan perjalanan hidup kita. Bagaimana perjalanan hidup Saudara di masa pandemic Covid 19? Apakah masih berada di jalan yang benar? Atau jangan-jangan kita tak menyadari telah berbelok ke jalan yang salah? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 12                 :  Mengapa umat dipanggil berbalik kepada TUHAN?
  • Ayat  13-17          : Bagaimana pertobatan yang benar menurut ayat ini?

Bacaan Alkitab hari ini memberitakan seruan nabi Yoel kepada umat Tuhan agar mereka bertobat dari dosa-dosa mereka. Namun pertobatan mesti berangkat dari sebuah kesadaran dari hati bukan sekedar ikut-ikutan, bukan sekedar ritual formal kewajiban atau sekedar ketakutan akan hukuman. Bertobat berarti berbalik kepada ALLAH. Ini adalah sikap hati. Oleh karenanya umat dipanggil untuk mengoyakkan hati bukan sekedar  mengoyakkan pakaian. Mengoyakkan hati adalah membedah hati, membongkar hati untuk mengeluarkan kesalahan atau dosa dari hati. Atau dengan kata lain membenahi hati agar lebih bersih dan lebih baik kondisinya. Bayangkanlah seperti membongkar gudang. Hati kita bagaikan gudang, bila kita tak rutin memeriksa dan membongkarnya, maka makin lama makin banyak barang tak berguna yang memenuhinya. Bahkan makin lama makin menjadi tempat hidup rayap yang bisa  menghancurkan seisi rumah.

Pertobatan sejati bukanlah sekedar tindakan lahiriah namun kesediaan kita membongkar dan membersihkan hati; membenahi hati. Hati yang terkoyak tentu menimbulkan rasa sakit, sakit karena menyadari dan menyesali dosa-dosa yang telah kita perbuat. Namun tidak berhenti di situ, karena karunia Allah memulihkan hati kita dan menjadikannya baru. Dengan hati yang telah dibaharui kita menjalani hidup beriman setiap hari. Pertobatan menuntut sebuah perubahan pikiran, hasrat, dan gaya hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karenanya bertobat adalah sikap hati yang berbenah, berubah dan berbuah. Pertobatan harus dapat dibuktikan dengan perubahan hidup yang menghasilkan buah sehingga hidup ini menjadi persembahan yang kudus bagi Allah.

Bagaimana agar pertobatan kita berlanjut ke arah berubah dan berbuah? Kita perlu menyadari bahwa kita manusia lemah yang diciptakan dari debu atau abu. Kita hanyalah debu dan akan kembali menjadi debu. Maka dengan kerendahan hati kita mesti mengaku kalau kita butuh Tuhan dan Firman-Nya untuk menuntun kita agar kita tak salah arah.

Untuk itu mari  menghidupi perjalanan pertobatan dengan hidup bersama Firman Tuhan. Mari membaca Alkitab  secara rutin setiap hari sebab Firman TUHAN dalam Kitab suci adalah petunjuk arah yang menuntun kita untuk terus berbenah, berubah dan berbuah.

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah Saudara sedang membongkar isi hati Saudara. Apa sajakah yang perlu dikeluarkan dan dibuang? Tuliskanlah itu pada secarik kertas, akuilah di hadapan TUHAN dengan penuh penyesalan dan buatlah komitmen untuk berbalik arah kepada TUHAN dan hidup di jalan Tuhan. 

Tekadku
Ya Tuhan dengan kesungguhan hati aku bertobat di hadapan-Mu. Tolonglah aku untuk menghidupi pertobatan ini dengan perubahan hidup yang makin tunduk dan taat pada arahan Firman-Mu.

Tindakanku

Aku akan menghidupi pertobatan dan perjalanan mengikut Kristus di masa Prapaskah dengan:

1. Mengikuti Ibadah Pertobatan Rabu Abu dengan sepenuh hati agar benar-benar mampu mengoyakkan hati sekaligus mengarahkan diri untuk memasuki perjalanan iman mengikut Kristus di sepanjang masa prapaskah.

2. Membaca, memahami dan merenungkan Firman Tuhan secara bekesinambungan setiap hari

3. Menuliskan komitmen penyangkalan diri setiap hari. Aku akan menulis, mendoakan serta mewujudkan apa yang perlu kuubah dan kubangun dalam hidup di jalan Tuhan. Aku akan memasukkan tulisan komitmen ini dalam sebuah kotak penyangkalan diri yang akan kupersembahkan kepada  Tuhan dalam ibadah Paskah yang akan datang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*