suplemenGKI.com

Filipi 3:17-21

KONFLIK: DEMI APA?

 

PENGANTAR
Dalam sebuah komunitas (di keluarga, di gereja, atau di masyarakat), kita akan bertemu dengan orang-orang yang berbeda pendapat dengan kita. Jika tidak ditangani dengan baik, perbedaan pendapat itu dapat berkembang menjadi perselisihan atau permusuhan. Jika hal ini terjadi dalam sebuah jemaat maka kehangatan/ keakraban dan kerja sama antar anggota jemaat akan terganggu. Bahkan, kondisi semacam itu juga akan menghambat kesaksian dan pelayanan kita sebagai murid-murid Kristus.

PEMAHAMAN
Paulus menulis surat kepada jemat di Filipi yang sedang menghadapi konflik internal.  Beberapa orang pemimpin yang berperan penting dalam jemaat tersebut terlibat konflik antar pribadi. Bagaimana Paulus menasihati mereka?

Ay. 17-19   Dalam hal apakah Paulus menyediakan dirinya sebagai teladan bagi orang-orang di gereja Filipi? (lihat 3:10-16). Sikap apa sajakah yang harus mereka tinggalkan? (ay. 18-19). Apa hubungan semua itu dengan konflik/ pertengkaran yang sedang terjadi di antara mereka?

Ay. 20-21   Mengapa Paulus mengingatkan mereka tentang kewargaan sorgawi? Pesan apa yang hendak Paulus sampaikan kepada mereka?

Sebelum memberikan nasihat kepada orang-orang Filipi, Paulus lebih dahulu menyediakan dirinya sebagai teladan. Dalam ayat-ayat sebelumnya (3:10-16), Paulus bersaksi mengenai sikapnya dalam pelayanan, yaitu berfokus hanya pada Kristus (3:10). Paulus juga mengingatkan mereka agar tidak mencontoh orang-orang yang lebih berfokus pada perkara-perkara duniawi (3:18-19). Teladan dan nasihat ini sangat penting untuk meredakan konflik di antara mereka. Mengapa? Pada kenyataannya, perkara-perkara duniawi itulah yang sering memicu konflik di antara para pelayan Tuhan.

Paulus juga mengingatkan mereka akan jati diri mereka sebagai warga kerajaan sorga. Ini juga penting untuk menyadarkan mereka yang sedang berkonflik. Konflik yang berkepanjangan akan terjadi bila kita masing-masing hanya berusaha memperjuangkan atau mempertahankan status dan kehormatan kita. Padahal, semua itu hanya sementara. Daripada bertengkar untuk memperjuangkan kehormatan kita sendiri, Paulus mengajak kita melihat kemuliaan yang lebih besar yang tersedia bagi kita ketika tubuh kita diubahkan menjadi serupa dengan tubuh Kristus (ay. 21).

REFLEKSI
Apakah selama ini Anda sering terlibat konflik dengan rekan-rekan sepelayanan Anda? Atau orang-orang lain di sekitar Anda? Perkara-perkara apakah yang memicu konflik tersebut? Periksalah diri Anda, apakah Anda masih berfokus pada Kristus? Jangan biarkan diri Anda hanyut dalam upaya-upaya mengejar tujuan-tujuan duniawi, atau kehormatan diri sendiri.

TEKADKU
Tuhan, aku bersyukur karena Engkau mengingatkan aku agar kembali berfokus pada Kristus dan mawas diri terhadap keinginan untuk membangun kehormatan diri sendiri.

TINDAKANKU
Dalam setiap konflik yang aku hadapi, aku akan memeriksa diriku untuk melihat apakah aku sedang hanyut dalam upaya-upaya mengejar tujuan-tujuan duniawi dan memperjuangkan kehormatan diri sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*