suplemenGKI.com

Rabu, 17 April 2019

16/04/2019

CERITAKAN KEBAIKAN TUHAN

Mazmur 118:1-24

 

Pengantar
Mazmur 118 adalah mazmur favorit Martin Luther. Kata Luther, “Mazmur ini adalah teman saya; ia lebih berharga daripada semua kehormatan dan kekuasaan yang ada di bumi”. Luther meletakkan ayat 17 yang mengatakan: “Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan,” pada dinding ruang kerjanya supaya dapat melihatnya setiap hari. Ayat ini memberi kekuatan dan motivasi untuk menceritakan kebaikan Tuhan di tengah himpitan persoalan. Marilah kita merenungkannya.

 

Pemahaman

  • Ayat 1-4                 : Siapa sajakah yang diajak bersyukur oleh Pemazmur?
  • Ayat 5-21               : Apa sajakah  yang telah dialami Pemazmur sehingga hatinya penuh syukur?
  • Ayat 22-24            : Apakah kesimpulan dan refleksi Pemazmur atas segala hal yang telah     dialaminya?

Mazmur 118 merupakan nyanyian kemenangan yang sarat dengan kegembiraan rohani. Menurut sumber-sumber Yahudi, mazmur ini diucapkan bersahutan pada hari raya Pondok Daun. Pemazmur mengisahkan tentang penyelamatan yang dialaminya (ayat 5-21). Ia mengakui bahwa Tuhanlah yang memberi kelegaan dalam hidupnya.  Pemazmur melukiskan umat yang diserang oleh musuh seperti lebah (Mzm. 118:12). Ini mengingatkan kita akan penyerangan bangsa Amori kepada umat Israel (Ul. 1:44). Bangsa Amori menyerang dalam jumlah yang begitu banyak seperti lebah, sehingga umat Israel kalah. Di Mazmur 118:13, umat yang diserang oleh musuh juga mengalami kekalahan. Umat didorong sampai jatuh dan hampir diinjak sehingga tidak dapat bangkit lagi. Tetapi kini Tuhan menolongnya. Allah menyelamatkan mereka di saat yang paling kritis. Pengalaman inilah yang melahirkan nyanyian pengakuan iman umat, sehingga umat berkata: ”TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku” (Mzm. 118:14). Tuhan tampil sebagai kekuatan dan mazmur , sehingga Allah menjadi sang penyelamat .

Nyanyian pengakuan iman tersebut tampaknya diinspirasikan dari nyanyian Musa (Kel. 15:2; bdk. Yes. 12:2).  Di saat umat Israel tidak memiliki harapan akan pertolongan, di situlah Allah berkarya menyelamatkan mereka secara ajaib. Nyatalah “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan” (Mzm. 118:15). Semula Allah menghajar dengan keras dan menyerahkan kepada musuh, tetapi ternyata Allah memberi kehidupan. Situasi mereka semula seperti batu yang dibuang oleh tukang bangunan. Tetapi Allah mengubahnya menjadi batu penjuru (Mzm. 118:22).

Tujuan karya keselamatan Allah dengan memberi kehidupan adalah agar umat menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN (Mzm. 118:17). Keselamatan dan pertolongan Allah tersebut harus dideklarasikan oleh umat agar seluruh umat manusia juga mengalami pengalaman yang sama. Selain itu karya keselamatan Allah mendorong umat untuk mengucap syukur dengan memasuki pintu gerbang di pelataran Bait Suci. Pintu gerbang di Bait Suci itu disebut ”pintu gerbang kebenaran atau keadilan” (Mzm. 118:19).

Dalam Mazmur 118, Pemazmur melihat beberapa unsur yang sangat penting: Pertama, Tuhanlah pelaku utama dalam setiap pertempuran umat. Kedua, pengalaman ditolong dan mengalami kasih Allah mendorong dia untuk mempersaksikan keajaiban perbuatan Allah itu kepada orang lain. Ketiga, hidup yang masih dimilikinya semata-mata adalah anugerah Tuhan (ayat 18 ). Keyakinan Pemazmur ini merupakan ungkapan terlengkap yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang menyangkut kehidupan umat dan seluruh ciptaan-Nya, mulai dari awal hingga akhirnya, sesungguhnya ada di tangan  Tuhan.

Umat Tuhan di zaman ini pun tidak terluput dari berbagai ancaman dan himpitan. Tak jarang orang Kristen menjadi pihak yang dirugikan atau ingin dijatuhkan. Tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak mampu menghadapinya. Bila kita mengikutsertakan Allah setiap saat dalam gerak langkah kehidupan kita maka sesulit apa pun persoalan yang menghimpit, akan mampu kita hadapi

Refleksi
Dalam keheningan ingatlah kapan saja Anda mengalami hidup yang sulit. Apakah Anda berhasil melewatinya? Apakah Anda telah mengikutsertakan TUHAN dalam seluruh perjalanan kehidupan? Apakah Anda telah menceritakan pengalaman ditolong Tuhan kepada orang lain?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku mensyukuri seluruh himpitan kehidupan dan menceritakan kepada semua orang tentang karya baik Tuhan yang telah melepaskanku dari pelbagai kesulitan.

Tindakanku
Aku akan mengubah kebiasaan:
1.  berkeluh kesah menjadi bersyukur senantiasa
2.  keengganan bersaksi menjadi semangat mempersaksikan kebaikan Tuhan kepada semua orang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«