suplemenGKI.com

Berlindung Kepada Tuhan

Mazmur 71:1-8

Pengantar

Setiap orang membutuhkan rasa aman. Menurut teori hierarki kebutuhan manusia dari Abraham Maslow, seorang pelopor aliran psikologi humanistik, kebutuhan akan rasa aman ini merupakan kebutuhan mendasar kedua, setelah kebutuhan fisiologis. Menurut wikipedia, Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut, cemas dan sebagainya.[5] Karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya.[5] Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif. Hari ini kita akan belajar bagaimana Pemazmur memenuhi kebutuhan ini.

Pemahaman

Ayat 1-2    : pergumulan hidup apakah yang dihadapi oleh Pemazmur? Lalu, apakah yang dilakukan Pemazmur dalam menghadapi pergumulan hidup itu?

Ayat 3-6    : siapakah Allah bagi Pemazmur? Bagaimanakah Pemazmur menggambarkan Allah?

Kalau kita memperhatikan ayat pertama dari Mazmur ini, nampaknya Pemazmur sedang menghadapi masalah yang dapat mempermalukan dia. Tidak ada gambaran yang jelas tentang detil rincian masalahnya, tetapi kita harus mengerti bahwa pengertian kata “malu” yang digunakan di sini dapat juga mengandung pengertian dikecewakan (FAYH), atau kebingungan (AV: confusion). Akan tetapi kita mendapatkan sedikit petunjuk lagi dari ayat kedua, yakni Pemazmur berseru terhadap keadilan Tuhan. Jadi, sekalipun detil masalahnya tidak kita ketahui, namun kita dapat melihat bahwa permasalahan yang dihadapi Pemazmur nampaknya berkaitan dengan keadilan.

Menyikapi pergumulan hidup tersebut, Pemazmur datang dan berseru kepada Tuhan. Bagi Pemazmur, Tuhan itu adalah tempat perteduhan. Pemazmur menggambarkan Allah sebagai gunung batu (ay. 3). Gunung batu merupakan tempat perlindungan yang kokoh. Ketika seseorang berlindung di gunung batu, ia dapat melihat musuh yang datang menyerangnya, sebab posisinya yang tinggi. Selain itu orang tersebut tidak dapat dilihat dengan jelas oleh musuhnya sebab ia terlindungi oleh tonjolan-tonjolan bebatuan gunung tersebut. Sebaliknya, melalui celah-celah tonjolan bebatuan itu, ia justru dapat melihat musuhnya dengan jelas. Selain itu, gunung batu merupakan tempat perlindungan yang kuat. Sebab pada jaman itu belum ada senjata yang dapat menghancurkan gunung batu.

Refleksi

Dalam menghadapi pergumulan hidup ini, apakah/siapakah yang kita andalkan sebagai tempat perlindungan kita?

Tekad

Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk mengandalkan Engkau saja dalam menjalani hidup ini. Amin.

Tindakan

Saya akan membawa segala pergumulan saya kepada Tuhan di dalam doa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*