suplemenGKI.com

Kuasa Untuk Membangun

2 Kor 13:5-10

                                                                                                                   

Pengantar
                Manusia disadari atau tidak disadari seringkali mudah menilai seseorang, baik itu yang bersifat negatif maupun positif.  Kita melihat orang yang belum pernah kita kenal, langsung kita juga memberikan penilaian. Misalnya kita melihat orang yang tubuhnya ada tato, kebanyakan orang akan berpikir preman, padahal belum tentu preman, bisa saja olah ragawan. Setiap kali kita memberikan penilaian pada seseorang akan menentukan sikap kita kepada orang tersebut. Bagaimanakah kita bisa melihat seseorang dengan pandangan bahwa orang tersebut punya potensi untuk membangun dirinya dan juga orang lain?

Pemahaman
Ay 5-6, Apa harapan Paulus terhadap jemaat di Korintus?
Ay 7, Apa yang didoakan Paulus untuk jemaat Korintus?
Ay 8-10, Apa yang dilakukan oleh Paulus dan yang diharapkan dilakukan oleh jemaat Korintus?

                Di dalam pelayanannya Paulus menyadari bahwa ada orang-orang yang bisa saja salah menilai Paulus. Ada orang-orang di Korintus yang menilai bahwa Paulus hidup secara duniawi, ada juga yang menilai bahwa Paulus hanya tegas di suratnya saja namun tidak tegas waktu bertemu dengan Paulus. Ada juga yang menilai bahwa Paulus itu mementingkan dirinya sendiri dan lain lain.

Dalam menghadapi persoalan itu Paulus tetap berharap bahwa jemaat-jemaat di Korintus tetap menjadi jemaat yang setia kepada Tuhan Yesus. Paulus mengajak jemaat Korintus untuk terus berani mengintrospeksi diri sendiri, apakah mereka tetap menghidupi Kristus di dalam dirinya? Ataukah mereka telah jauh dari Tuhan dan banyak melakukan kejahatan?

Paulus juga menegaskan bahwa yang ia lakukan hanyalah melakukan kebenaran dan berbuat baik untuk banyak orang. Paulus juga berdoa supaya jemaat di Korintus menjadi sempurna. Paulus berharap bahwa setiap orang yang percaya diberi kuasa untuk membangun tubuh Kristus bukan untuk mencemarkan tubuh Kristus. Sehingga setiap orang percaya mempunyai potensi untuk membangun dirinya sendiri dan juga membangun sesamanya. Maka tingkah laku dari setiap orang yang percaya harus mencerminkan kasih Kristus.

Paulus tahu benar bahwa ada orang-orang yang tidak menyukai ketegasan dirinya atau yang meragukan kerasulannya, namun Paulus tidak menggunakan kekuasaannya untuk menentang atau  menghalau atau marah kepada mereka, namun Paulus berusaha menggunakan kata-kata yang membangun mereka.

Dilain pihak Paulus juga tegas terhadap orang-orang yang hidupnya menyimpang dari moralnya maupun dari ajaran Tuhan Kristus. Ketegasan Paulus bertujuan supaya jemaat Korintus benar-benar melakukan perbuatan baik dalam kebenaran, dan terus dapat saling membangun. 

Refleksi
Ambil waktu untuk merenungkan: Apakah selama ini saya sudah memiliki kuasa untuk membangun sesama saya?

Tekadku
Ya, Tuhan seringkali kami mudah menilai orang lain, bahkan dengan perkataan kami seringkali membuat orang lain jatuh, ampuni kami ya Tuhan.

Tindakanku
Menyadari untuk menggunakan kata-kata saya yang dapat membangun orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*