suplemenGKI.com

Mazmur 1:1-3.

 

Jalan Orang Benar Menuju Pada Kehidupan.

Pengantar:
Herbert Vander Lugt, penulis setia ODB pernah menulis sebuah kesaksian tentang kehidupan rohani seorang ibu rumah tangga bernama Leslie Stobel. Leslie menjadi orang kristen sejak tahun 1979, sejak itu Leslie menunjukkan kehidupan rohani yang layak dikatakan sebagai orang benar. Leslie setia membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap pagi sebelum beraktivitas, mengerjakan kegiatan-kegiatan yang memberi nilai bagi keluarga dan lingkungan, tutur kata dan perbuatannya menjadi berkat bagi keluarga dan lingkungan dan dia selalu menjaga hidup kudus baik dalam perbuatan, perkataan, sikap dan ketulusan. Kehidupan Leslie yang demikian kemudian mempengaruhi suaminya Stobel yang ateis itu untuk tertarik mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Perubahan hidup Stobel, juga kemudian mempengaruhi Elison putra mereka yang berusia 10 tahun. Elison berkata “Ibu, saya ingin Tuhan melakukan hal yang sama kepada saya seperti yang telah dilakukan-Nya kepada ayah” Jalan hidup Leslie telah mengantar keluarganya pada kehidupan.

Pemahaman:

  1. Bagaimanakah ciri-2 jalan hidup orang yang akan menuju pada kehidupan? (v. 1-2)
  2. Bagaimana kehidupan orang yang jalan hidupnya menuju pada kehidupan? (v. 3)
  3. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita memilih jalan hidup menuju pada kehidupan?

Pemazmur memaparkan dengan jelas bagaimana jalan hidup yang menuju pada

kehidupan, yaitu: tidak menuruti nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Kata “tidak” adalah menyatakan: ketegasan dan prinsip yang mantap untuk tidak terpengaruh, tergoda dan terjerat oleh segala sesuatu yang merusak hidup kerohanian. Untuk mempertahankan prinsip itu pemazmur menyarankan agar menjadikan Taurat Tuhan sebagai kesukaan. Kesukaan artinya, menjadikan Taurat itu yang utama dalam hidup, keutamaan itu diwujudkan dengan menyediakan waktu yang cukup untuk merenungkan, menikmati dan mempelajari Taurat siang dan malam. Dengan demikian jalan hidupnya akan benar dan tentu menjadi teladan bagi orang lain.

Jalan hidup yang menuju kehidupan, digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon itu selalu subur dan berbuah banyak pada musimnya. Kehidupan orang yang benar, akan menjadi berkat bagi keluarga dan lingkungannya. Perbuatan, perkataan dan sikapnya menyaksikan Kristus yang membuat orang tertarik untuk percaya kepada Kristus.

Refleksi:
Mari merenung sejenak, Apakah jalan hidup kita sedang menuju pada kehidupan, yang akan menghasilkan buah yang membawa orang lain pada Kristus? Untuk menuju jalan kehidupan, berikan waktu yang cukup bagi firman-Nya dalam hidup kita.

Tekad:
Tuhan, saya sudah menjadi orang Kristen sekian lama, tetapi saya belum menghasilkan buah yang banyak. Tolonglah saya Tuhan agar memilih jalan kehidupan di dalam Engkau.

Tindakan:
Aku mau agar setiap hari menyediakan waktu yang cukup untuk merenungkan Firman Tuhan, agar jalan hidupku menuju pada kehidupan yang berbuah bagi Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*