suplemenGKI.com

HATI TENANG

Mazmur 46:1-12

 

PENGANTAR

Setiap orang pasti pernah diperhadapkan pada perubahan, ketidakpastian, kegagalan atau kehilangan.  Berbagai situasi itu bisa datang secara tiba-tiba bahkan bersamaan, sehingga dapat menghancurkan kekuatan dan rasa aman dalam menjalani hidup.  Dapatkah kita menemukan ketenangan batin sehingga dapat tetap tinggal tenang dalam situasi seperti itu?Mari belajar dari nasihat pemazmur!

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 3-4: Bagaimana pemazmur melukiskan kesulitan dan tantangan dalam hidup?
  • Ayat 11: Apa nasihat pemazmur saat menghadapi kesulitan dan tantangan?
  • Pernahkah kita memiliki pengalaman hati tenang saat menghadapi kesulitan dan tantangan?  Mengapa bisa lebih tenang?

Dalam perikop ini, pemazmur melukiskan semua kesulitan dan tantangan yang sedang atau akan di hadapi bagaikanbumi berubah, gunung-gunung guncang serta laut bergelora, ribut dan berbuih airnya (ay.3-4).  Pada masa Perjanjian Lama, lautan bergelora melambangkan kuasa kejahatan yang mengganggu dan merusak umat manusia.  Kuasa kejahatan dipersonifikasi dengan dewa penguasa lautan, yang berkuasa menimbulkan kekacauan dan malapetaka bagi umat manusia.  Dalam menghadapai keadaan seperti itu, apa nasihat Tuhan melalui pemazmur?  Pemazmur menghimbau agar hati kita dapat tetap diam dengan tentram (ay.11), sekalipun bumi berubah dan mengalami kehancuran; sekalipun gunung-gunung bergoncang dan bergoyang di dalam laut sehingga gelombang airnya bergelora, ribut, dan berbuih.  Dia mengajak umat-Nya tetap menikmati suasana yang tenang dan damai, sekalipun bangsa-bangsa ribut dan kerajaan-kerajaan bergoncang (ay.7). Bukankah ini merupakan ajakan yang nampaknya mustahil dan berlebihan?

Mengapa bisa tenang dan damai?  Pemazmur mengajak kita memiliki keberanian untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yang Mahatinggi (ay.5).   Dia Pencipta alam semesta yang ditinggikan di antara bangsa-bangsa di seluruh muka bumi (ay.11b).  Dia tempat perlindungan, kekuatan, dan penolong yang sangat terbukti (ay.2).  Allah ada bersama-sama dengan mereka dan akan melindungi Yerusalem (ay.5, 6).  Dia berkuasa atas alam semesta, nasib bangsa-bangsa dan sejarah umat manusia (ay.7-10).  Allah dapat diandalkan bukan hanya pada waktu dan tempat tertentu, kekuasaan-Nya melampaui kekuatan alam dan manusia. Dia berkuasa atas bumi, gunung, laut, sungai, bangsa-bangsa, dan kerajaan-kerajaan.  Janji-Nya kepada orang yang takut akan Tuhan adalah penyertaan dan perlindungan-Nya (ay.8,12).  Oleh karena itu, jangan takut dan panik, sebaliknya “diam dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (ay.11).

 

REFLEKSI

Mari merenungkan: sesungguhnya Tuhan pencipta alam semesta, yang mengendalikan alam dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya itu ada dan tinggal bersama-sama kita.  Oleh sebab itu, tetap percaya dan tenang dalam menghadapi berbagai perubahan dan ketidakpastian.

 

TEKADKU

Tuhan mampukan saya untuk memiliki iman yangg teguh bahwa Engkau ada mengendalikan segala peristiwa.

 

TINDAKANKU

Aku mau membangun iman dengan selalu dekat dengan-Nya melalui menyediakan waktu untuk berdoa dan membaca firman-Nya setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*