suplemenGKI.com

Rabu, 16 Maret 2016

15/03/2016

KASIH TIDAK AROGAN

Filipi 2:5-11

 

PENGANTAR
Dengan cara bagaimanakah seseorang membuktikan dirinya punya kasih? Cukupkah mengatakan “kasih” tanpa menunjukkannya melalui perbuatan?  Ataukah keduanya menjadi satu dan tidak terpisahkan?  Melalui perikop ini kita akan belajar tentang  karakteristik dan karya kasih Allah bagi manusia.

 

PEMAHAMAN

Ayat 5  : Apa yang Paulus nasihatkan kepada jemaat Filipi?

Ayat 6-8 : Teladan Kristus seperti apa yang Paulus jelaskan kepada jemaat?

Bagaimana pendapat kita tentang kasih Allah dalam bacaan?

Pernahkah kita mengalami kasih Allah yang seperti itu?

Kasih senantiasa sesuai dengan kenyataan pada dirinya.  Artinya, kasih senantiasa membuahkan perbuatan atau karya kasih. Tidak pernah bertentangan.  Bila yang terjadi sebaliknya, maka sejak awal yang terjadi tidaklah didasarkan pada kesejatian kasih.  Demikian halnya dengan Allah yang adalah kasih, maka tindakan dan karyaNya tidak akan bertentangan dengan makna kasih itu sendiri.  Meskipun secara manusia, mungkin terlihat janggal tetapi tidaklah bagi Allah.  Yang dimaksudkan di sini adalah tindakan Allah yang bersedia “mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (ayat 6).  Kata “mengosongkan” berarti memindahkan barang-barang dari satu wadah hingga seluruhnya habis, tak tersisa apa pun.  Sedangkan kata “menjadi” menggambarkan suatu keadaan yang tidak permanen.   Fase ini selalu berubah, sesuatu yang nyata, meski tetap akan berlalu.  Melalui pemilihan kata ini, Paulus hendak menjelaskan siapa Yesus di dalam keilahian, sekaligus kemanusiaanNya.

Bagaimana keadaan Yesus saat menjadi manusia kontras dengan keberadaanNya yang sesungguhnya di dalam kodrat ilahi.  Apakah ini sekadar cara Allah mencari sensasi? Atau salah satu bentuk arogansi kasih Allah yang terselubung dibalik kebaikanNya kepada manusia?  Sama sekali tidak.  Kasih tidak pernah bertentangan dengan dirinya.  Jadi bila Allah adalah kasih, maka tindakan menjadi serupa dengan manusia merupakan wujud keseriusan dan kesejatian kasih Allah kepada manusia.  Bahkan pengorbananNya di kayu salib (ayat 8) membuktikan bahwa kasihNya tidaklah arogan atau seolah mencari sensasi manusia.  Tidak !!!  Allah serius dengan kasihNya.  Allah melakukan itu semua untuk memenangkan hati manusia bukan dengan menaklukan mereka dengan kuasa (arogansi), melainkan dengan menunjukkan kasihNya secara total kepada mereka.  Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal kasih itu.  Mari kita belajar mewujudkan kasih Allah dengan cara yang tidak arogan.  Allah memanggil kita untuk menyatakan kasihNya seturut dengan diri Allah sendiri.

 

REFLEKSI                                                                          
Tindakan kasih Allah senantiasa konsisten dengan makna kasih itu sendiri.

TEKADKU
Aku rindu menyelaraskan kasih dan tindakan dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku mau belajar menyatakan kasih yang tulus sebagai bukti kasih Allah ada dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«