suplemenGKI.com

Mazmur 36:2-5

 

“Karakteristik Orang Fasik”

Pengantar:
            Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah kebiasaan yang unik tetapi menarik, yaitu di sebuah daerah ketika seseorang yang telah beberapa lama waktunya tidak pernah berjumpa dengan saudara atau teman atau sahabat sedaerahnya, maka ketika bertemu mereka akan menyatakan salam satu dengan yang lain bukan dengan cara berjabatan tangan, tetapi dengan cara “bersentuhan bonggol hidung” Bonggol hidung adalah bagian hidung yang menonjol. Tindakkan bersentuhan bonggol hidung merupakan wujud salam yang sangat hormat, penuh kasih dan ketulusan di antara mereka. Itu adalah karakteristik daerah tersebut. Hari ini kita melihat karakteristik dari orang fasik, mari kita telusuri bacaan kita.

Pemahaman:

  1. Apakah maksud dari pernyataan pemazmur “Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik”  (v. 2)
  2. Apakah yang hendak ditonjolkan melalui pernyataan pemazmur dalam ayat 4?
  3. Sejauh mana orang fasik merencanakan kejahatannya? (v. 5)

Istilah “Bertutur” biasa dipergunakan untuk menjelaskan ketika ada orang bijak atau orang berhikmat sedang memberikan nasihat, wejangan atau petuah bagi sesama atau orang yang membutuhkan. Maka sudah pasti wejangan-wejangannya selalu yang membangun, menguatkan dan mendidik. Tetapi ketika di katakana “Dosa bertutur di lubuk hati” maka pasti bukan hal-hal yang bersifat membangun, menguatkan dan mendidik yang dituturkan, melaikan segala sesuatu yang merusak, menghancurkan dan membinasakan. Itulah karakteristik dari orang fasik, yaitu merusak, menghancurkan dan membinasakan karena sebutan orang fasik adalah identik dengan orang berdosa atau dikuasai dosa. Maka tidak heran bahwa orang yang fasik atau orang yang dikuasai dosa itu hampir tidak ada nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan kasih (3k)yang keluar dari mulutnya, yang ada hanyalah hal-hal yang jahat, jelek dan judes (3j) Semua yang diucapkan, dipikirkan dan dilakukannya mengarah pada dosa yang bukan saja tidak berguna tetapi juga merusak, menghancurkan dan membinasakan diri sendiri maupun orang. Pernyataan pada ayat 5, hendak menegaskan bahwa seluruh waktu, seluruh hidup dan seluruh kegiatan dari orang fasik direncanakan untuk orientasi pada dosa. Itulah karakteristik orang fasik.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Pernahkah saudara mencoba mempelajari karakteristik diri saudara? Apakah saudara menemukan 3k dalam hidup saudara? Atau justru yang ada adalah 3J!

Tekad:
Ya Tuhan, saya bertekad untuk membuang semua karakteristik yang merusak, menghancurkan, membinasakan hidup saya, agar saya dapat memuliakan Engkau melalui hidup saya yang benar.

Tindakkan:
Saya mau berjuang untuk meninggalkan 3J (jahat, jelek, judes) dan memohon pertolongan Tuhan Yesus untuk meraih 3K (kebenaran, kebaikan dan kasih)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«