suplemenGKI.com

KEMULIAAN BAGI SIAPA

Roma 16:25-27

 

PENGANTAR
Motivasi menjadi faktor yang menggerakkan perilaku kita.  Jadi, motivasi bisa menjadi salah satu penentu perilaku kita.  Motivasi sangat bersifat personal, artinya pelaku sendirilah yang paling tahu apa yang menjadi isi dari motivasinya.  Orang lain hanya bisa menebak, tidak bisa memastikan dengan tepat:  ketulusan, kebaikan atau sebaliknya.  Pelayanan juga didorong oleh motivasi.  Tanpa motivasi, pelayanan tidak akan berjalan dengan baik.  Persoalannya, motivasi seperti apa yang menggerakkan perilaku kita sebagai pelayan? Mari kita renungkan nasihat Rasul Paulus dalam bacaan hari ini. 

PEMAHAMAN

  • Apa yang Rasul Paulus bicarakan tentang Allah dalam bagian penutup ini? (Ayat 25, 27)
  • Bagaimana sikap Rasul Paulus terkait pemberitaan dalam pelayanan? (ayat 25b-26)
  • Apa yang seharusnya menjadi motivasi dan tujuan pelayanan kita?

Sama seperti bidang-bidang lain, pelayanan sebagai bagian dari kehidupan juga tidak lepas dari beragam persoalan yang bermula dari latarbelakang motivasi seseorang.  Maka bisa saja terjadi, maksud baik tidak selalu diterima baik tetapi maksud yang tidak baik bisa tersamar oleh perilaku yang tampaknya baik.  Rasul Paulus juga menghadapi persoalan yang kurang lebih sama ketika mengirimkan surat penggembalaannya kepada jemaat di Roma.   Jemaat Roma merupakan komunitas orang percaya baru yang terdiri dari orang Yahudi berbudaya Yunani maupun orang-orang Yunani sendiri.  Tujuan surat ini dimaksudkan untuk menguatkan iman jemaat, sekaligus menyampaikan berita keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Namun yang menarik, meskipun pelayanan di Roma diwarnai persoalan, di penghujung suratnya Rasul Paulus justru menutupnya bukan dengan keluhan atau kemarahan.  Ayat 27 yang mengatakan “bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.” adalah ayat terakhir dari Surat Roma yang merupakan doksologi.  Kata doksologi berasal dari kata Yunani doxa, yang berarti kemuliaan, dan logos, yang berarti firman.  Maka doksologi adalah sebuah kata yang menunjukkan kemuliaan kepada Allah.  Ayat ini disampaikan rasul Paulus sebagai nasihat sekaligus penguat bahwa apapun persoalan yang dihadapi seharusnya tetap membesarkan nama Tuhan melalui cara terbaik ketika menyelesaikan persoalan yang ada.

Seiring dengan kebenaran tersebut, rasul Paulus juga menasihatkan agar jemaat selalu ingat bahwa nama Yesus sebagai sumber keselamatan harus menjadi inti pemberitaan (ayat 25-26).  Maka, seharusnya tidak boleh ada kepentingan pribadi atau motivasi lain selain kemuliaan bagi Allah Bapa melalui pemberitaan firman.  Rasul Paulus meneladankan pentingnya menundukkan diri pada kasih karunia Allah yang memilih setiap jemaat-Nya sebagai pelayan yang harus tetap memberitakan kebenaran Kristus yang menyelamatkan, sesulit apapun keadaan yang dihadapi.  Bahkan kemuliaan Allah harus tercermin sebagai motivasi yang menggerakkan semangat dan perilaku untuk melayani sesama.

REFLEKSI
Mari merenungkan: bagaimana bersikap kepada orang lain dalam kehidupan dan pelayanan, mencerminkan motivasi dalam diri kita.  Keindahan hidup dan pelayanan bersumber dari motivasi kita untuk selalu memuliakan Allah.

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah agar aku memiliki kerinduan untuk memuliakan Engkau dalam kehidupan dan pelayanan.  Ajarlah aku untuk selalu menundukkan hati di bawah kaki salib-Mu, agar tidak mengejar pujian dan pengakuan diri. 

TINDAKANKU
Aku mau memeriksa kembali motivasiku dalam hidup dan pelayanan.  Aku mau menundukkan hati di bawah kaki Kristus agar segala sesuatu yang aku lakukan dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan untuk kemuliaan Kristus saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*