suplemenGKI.com

Mazmur 113:4-9

Alasan Untuk Memuji Tuhan

Ketika tidak ada alasan dalam suatu tindakan, maka tindakan itu hanya akan sia-sia, ketika tidak ada alasan untuk memperjuangkan sesuatu, maka perjuangan itu akan menghasilkan frustrasi dan ketika hidup ini tidak ada alasannya, maka hidup ini hanya seperti waktu berputar dan rutinitas belaka. Jika sudah demikian maka hidup ini tidak ada artinya. Saya setuju sekali dengan ungkapan singkat “Reason for Being” alasan untuk menjadi. Berarti mau menjadi apapun, mau mencari apapun, mau melakukan apapun harus ada alasannya. Pernahkah anda bertanya mengapa anda makan, mengapa anda bekerja dan mengapa anda berdoa? Dan sudahkah anda mendapat jawabnya? Jika belum, mulailah bertanya sekarang dan anda pasti akan melihat diri anda berbeda dan lebih baik dari sebelumnya.

Kemarin kita telah memahami mengapa pemazmur menyerukan kita untuk memuji Tuhan, hari ini kita ingin mengetahui alasan mengapa kita harus memuji Tuhan. Pemazmur dengan begitu tegas memaparkan alasan-alasannya.

Penting bagi kita untuk mengetahui mengapa atribut-atribut Allah itu yang menjadi alasan bagi manusia untuk memuji Allah:

  1. Apa yang anda pikirkan tentang pernyataan ayat 4-5 “Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa kemuliaan-Nya mengatasi langit…” dikontraskan dengan ayat 6 “yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?”
  2. Coba anda cermati dan temukan tujuan Allah dengan pernyataan dalam ayat 7-9!

Renungan:

Hampir semua penafsir Alkitab sepakat bahwa atribut-atribut Allah itu tidak bisa dibandingkan dan disejajarkan dengan apapun dan siapapun. Dari dulu sampai hari ini Tuhan tetap satu-satunya pribadi yang menyandang predikat MAHA, jika ada orang yang disebut maha, itu berarti telah memungkiri eksistensinya yang terbatas. Tuhan pernah berkata “dengan siapakah kamu akan menyamakan Aku? (Yes 40:25) bagaimana mungkin pencipta disamakan dengan ciptaan! Allah yang diam di tempat tinggi, mau menegaskan bahwa kekuasaan, kerajaan dan kejayaan sejak raja Saul, Daud dan Salomo apalagi kerajaan dunia pada hari ini tidak ada yang menandingi Dia. Hari-hari ini kita mendengar banyak komentar, protes dan kritikan terhadap pidato presiden SBY yang terkesan takut dengan pemerintah Malaysia. Komentar-komentar tersebut sebenarnya hanya karena tidak mengerti saja bahwa tidak ada pemerintah atau kerajaan di dunia ini yang perlu ditakuti jika memahami bahwa yang paling tinggi takhtanya adalah Allah.

Namun walaupun Allah yang adalah satu-satunya MAHA, tetapi Allah tidak mengabaikan sifat solidaritas, sosial dan kepedulian-Nya terhadap manusia yang lemah, miskin, tertindas karena ketidakadilan. Allah berkenan melihat ke bawah dan memperhatikan kehidupan umat-Nya di dunia ini, Allah bahkan rela merendahkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia untuk misi kepeduliaan yang dilandasi kasih sejati (band Fil 2:5-10) itulah sebabnya kita tidak perlu ragu memuji Tuhan, karena solidaritas-Nya bagi kita.

Ilustrasi yang diungkapkan dalam ayat 7-9, Allah tidak pernah berkompromi dengan orang-orang yang suka menindas dan menekan orang yang lemah. Atribut Allah juga adalah menjadi pembela kaum yang lemah, hina dan papa. Dari situ kita melihat sifat KEMAHAAN dan KERENDAHAN HATI Allah dapat dinyatakan. Kita sebagai gereja Tuhan Yesus Kristus, hendaknya meneladani sifat-sifat Allah dalam meresponi sesama. Yang kuat melindungi yang lemah dan yang lemah dapat menikmati Allah lewat yang kuat. Itulah wujud memuji Tuhan yang sebenarnya, yaitu ketika kita menjadi berarti bagi sesama.

“Jika aku harus hidup, maka aku harus menghasilkan buah, buah itu harus bisa dinikmati oleh sesama, dengan demikian aku akan disebut murid Kristus”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*