suplemenGKI.com

Rabu, 15 Sept 2021

14/09/2021

AJAKAN UNTUK TIDAK MEMANJAKAN

Amsal 29 : 14 – 23    

 

Pengantar
Dalam hidup bemasyarakat atau berkeluarga, kita pernah mendengar ungkapan atau sebutan “anak manja”. Ungkapan atau sebutan ini biasanya ditujukan kepada seorang anak, atau juga orang dewasa yang dipandang tidak kuat menghadapi situasi sulit karena terbiasa mendapatkan pertolongan (kemudahan) dari orang tua atau lingkungan sekitarnya. Dalam kitab Amsal 29 : 14 – 23 yang kita baca pada hari ini, kita diajak melihat hal “memanjakan” seseorang sebagai sesuatu yang dapat berdampak tidak baik, sehingga tidak bijak jika hal itu dilakukan, khususnya terkait dengan pembentukan karakter atau sikap hidup orang beriman dalam terang hukum TUHAN yang berkeadilan.

Pemahaman
Ayat 14 – 18  :  Mengapa penting untuk berpegang pada hukum?
Ayat 19 – 23  :  Apa yang lebih penting selain mengajarkan kata-kata?

Hukum tak selalu berpadanan dengan hukuman, tapi justru berpadanan dengan keadilan. Dan keadilan ini sesungguhnya lebih dibutuhkan oleh mereka yang lemah. Dan ini tidak hanya berupa kelemahan secara sosial atau ekonomi, tapi juga dalam hal karakter atau sikap hidup. Dengan demikian maka perlu ada cara untuk memperkuat karakter atau sikap hidup yang agar tetap kokoh, tentram, dan sukacita.

Dan hal memperkuatkan karakter atau sikap hidup ternyata memerlukan didikan, juga tongkat dan teguran, serta tidak dibiarkan begitu saja, sehingga dapat mempermalukan keluarga, bahkan mengalami keruntuhan dan menjadi liar. Untuk itulah ada sumber hukum berupa wahyu TUHAN yang diberikan kepada manusia agar mereka yang berpegang pada hukum tersebut bisa berbahagia.

Jadi ada satu hal yang perlu diperhatikan secara bijak, yaitu bahwa kita jangan memanjakan orang yang kita kasihi. Ada proses pendidikan yang harus dilakukan, dan proses pendidikan ini tidak bisa hanya dengan kata-kata tapi perlu ada “pembiasaan” serta disiplin dalam menerapkan hal-hal yang memperkuat karakter atau sikap hidup.

Dan ini juga berarti kita tidak hanya perlu mengerti tentang apa itu karakter atau sikap hidup yang berkenan di hadapan TUHAN, tapi juga mengindahkannya, dengan berupaya menerapkannya. Salah satu wujud konkretnya adalah dengan hidup rendah hati, yang diperlawankan dengan cepat berkata-kata, pemarah, lekas gusar, dan angkuh (merendahkan orang lain).

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu hening sejenak dan merenungkan:

  • Apakah kita menyadari adanya kelemahan pada diri kita yang perlu diperkuat? Antara lain karakter atau sikap hidup kita.
  • Apakah kita telah berusaha memperkuat karakter atau sikap hidup kita, juga orang lain secara bijak?

Tekadku
Ya ALLAH, jadikan aku sebagai pribadi yang bijak dalam memperkuat karakter atau sikap hidup yang berkenan di hadapan TUHAN. 

Tindakanku
Dalam segala musim kehidupan dan juga selama masa Bulan Keluarga ini, saya akan berusaha untuk melakukan pembiasaan hal yang baik secara disiplin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«