suplemenGKI.com

Mazmur 99:1-5

 

Tuhan Adalah Raja Yang Besar

Pengantar:
Akhir-akhir  ini ada begitu banyak pemimpin yang kehilangan pengakuan dari pengikutnya. Misalnya seorang pemimpin Parpol yang kehilangan pengakuan sebagai pimpinan oleh pengikutnya. Ada banyak alasan mengapa ia kehilangan pengakuan dari pengikutnya, mungkin karena yang bersangkutan tersangkut masalah hukum, korupsi atau hal-hal lain yang menyimpang dari ketentuan dan kebijakan partai. Ketika hal itu terjadi, maka statusnya sebagai pemimpin menjadi hilang pengaruh dan dampaknya.

Pemahaman:

  1. Seperti apakah pengakuan umat  kepada Tuhan dalam Maz 99:1-5?
  2. Bagaimana dampak keberadaan Sang Raja Besar bagi alam maupun umatNya?

Mulai dari ayat 1-4, kita menemukan paling tidak ada tujuh kata yang berbeda
dikenakan kepada Tuhan yang merupakan pengakuan yang bersifat penerimaan terhadap Tuhan. Yaitu: Tuhan itu Raja, Tuhan itu maha besar di Sion, Ia Tinggi mengatasi segala bangsa, besar dan dahsyat, Kudus, Raja yang kuat. Kesemuanya itu menunjukan bahwa penerimaan umat kepada Tuhan sangat luar biasa, totalitas dan berkualitas. Mengapa? karena pengakuan merupakan suatu kesaksian yang lahir dari hati yang mengimani Tuhan.

Tuhan yang bagaimana yang diakui oleh umat Tuhan dalam Mazmur 99:1-5 ini? Beberapa pernyataan dapat kita jumpai, misalnya: bangsa-bangsa gemetar, bumi bergoyang, Ia tinggi mengatasi segala bangsa, Ia mencintai hukum, menegakan kebenaran, yang melakukan kebenaran. Dari pengakuan-pengakuan umat kepada Tuhan sebagai Raja yang besar itu menunjukan bahwa tidak ada raja lain yang lebih besar, lebih tinggi dan lebih adil serta lebih mulia dibandingkan dengan Tuhan yang diakui oleh umat. Kebesaran Tuhan sebagai Raja yang besar itu juga ditunjukan melalui ketundukan, kegemetaran seluruh bangsa atas kebesaranNya.

Sebagai konsekuensinya umat mengucap syukur, meninggikan, sujud menyembah kepada tumpuan kakiNya. Panggilan untuk mengucap syukur, meninggikan, sujud menyembah dan memuliakan Tuhan sebagai Raja yang besar bukan karena takut seperti takut kepada raja yang bersifat tirani atau otoriter, melainkan karena mengimani, meyakini dan merasakan kedamaian, kasih, keadilan dan pengayomanNya kepada umat (v. 4) Apakah kita merasakan kedamaian, kasih, keadilan, pengayoman-Nya dalam hidup kita?

Refleksi:
Renungkan sejenak, siapakah Tuhan di dalam hidup kita. Apakah kita mengakui Dia adalah sumber damai, kasih, keadilan dan pengayom bagi hidup kita? Apakah kita menyakini dan mengimani bahwa Tuhan adalah Raja yang besar dalam hidup kita?

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar aku mampu mengakui dan mengimani Engkau sebagai raja yang besar dalam setiap aspek hidupku, sehingga aku akan selalu mengandalkan Engkau.

Tindakan:
Aku akan selalu menyatakan dengan iman yang mantap bahwa Tuhan adalah Raja yang besar dalam setiap aspek hidup saya dengan demikian hidup saya akan selalu memuji Dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«