suplemenGKI.com

Mazmur 90:2-8

Allah yang Kekal

 

Pengantar
Ketika anda akan keluar dan ternyata di luar sedang hujan, apa yang pertama kali anda cari sebagai pelindung dari hujan? Payung! Tentunya payung menjadi solusi ketika kita hendak keluar namun ternyata di luar sedang hujan. Kita tahu bahwa payunglah yang dapat kita andalkan dalam situasi tersebut 

Pemahaman

Ayat 2             : Mengapa pemazmur menjadikan Allah sebagai tempat perlindungannya?

Ayat 3-6          : Bagaimana manusia di hadapan Allah yang kekal?

Ayat 7-8          : Apa yang terjadi kepada manusia yang bersalah di hadapan Allah?

Siapakah yang menjadi tempat perlindungan anda dalam menjalani hidup ini?

Dari ayat 1-2 pemazmur menggambarkan Allah sebagai tempat perlindungan yang kekal. Ia ada sebelum sebelum segala sesuatu ada. Pemazmur menggunakan gunung, bumi dan dunia sebagai representasi dari ‘kebesaran’. Gunung seringkali digambarkan sebagai suatu ciptaan yang paling awal diciptakan (bdk. Ayub 15:7; Ams. 8:25). Terlebih lagi bumi dan dunia yang tentu ada sebelum gunung ada. Namun Allah yang kekal itu telah ada sebelum semua itu diciptakan. Allah yang kekal itu menjadi tempat pemazmur berlindung. Manusia adalah debu pada mulanya dan akan kembali menjadi debu (ay. 3). Manusia itu fana, dan Allah yang kekal tentu berkuasa atas hidup manusia yang fana. Ketika manusia melewati seribu tahun kehidupan, bagi Allah itu hanya seperti satu hari yang dilalui-Nya (ay. 4). Menunjukkan bahwa suatu hal yang besar bagi manusia adalah hal sepele bagi Allah. Itulah mengapa, hanya kepada Dia saja manusia dapat berlindung. Manusia yang fana digambarkan seperti mimpi dan rumput (ay. 5). Keduanya hanya sementara, dan tidak bertahan lama. Rumput yang kembang dan tumbuh di pagi hari, dan saat petang lisut dan layu (ay. 6). Itulah manusia, ia fana dan terbatas. Di hadapan Allah yang kekal itu kesalahan manusia tidak dapat disembunyikan (ay/ 7-8).

Mazmur ini menjadi refleksi bagi hidup orang Kristen. Seberapa sadarnya kita akan Allah yang kekal itu? Mengenal Ia sebagai Allah yang kekal akan menolong umat Allah untuk hidup benar di hadapanNya, dan mau mengandalkan Allah ketika menghadapi kesulitan hidup. Pergumulan terberat apa yang sedang dialami? Allah yang kekal itu sanggup menolong setiap anakNya yang mau berlindung kepadaNya. Ketika permasalahan hidup datang, ingatlah bahwa hanya Tuhan yang dapat diandalkan. 

Refleksi
Mari merenungkan: menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat perlindungan menunjukkan hati kita yang sungguh mengenal keberadaan-Nya yang kekal dan maha kuasa.

Tekadku
Tuhan, tolonglah agar kami bertekad untuk mengandalkan Tuhan saja sebagai sandaran dalam hidup ini. 

Tindakanku
Aku mau hidup bersandar kepada Allah sebagai tempat perlindungan yang kekal. Bukan pada kekuatanku, bukan pula pada manusia lain, namun hanya kepada Allah saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*