suplemenGKI.com

Rabu, 15 Mei 2019

14/05/2019

LANGIT DAN BUMI, PUJILAH TUHAN! (bagian 1)

Mazmur 148:1-6

 

Pengantar
Matahari, bulan, dan bintang adalah benda-benda penerang yang Tuhan ciptakan. Tanpa adanya benda-benda penerang tersebut, maka kelangsungan hidup segala makhluk di bumi akan terasa hampa. Jika kita melihat apa yang Tuhan ciptakan, maka kita akan terkagum dan mengucap syukur kepada-Nya. Bahkan dengan segala hasil karya-Nya, membuat kita tergugah untuk bernyanyi bagi-Nya. Mazmur 148 mengajak kita dan seluruh ciptaan-Nya untuk selalu memuji Tuhan. Pada bagian ini kita akan merenungkan betapa pemazmur mengajak semua ciptaan Tuhan yang ada di langit untuk memuji dan menyembah-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 1-4         : Kepada siapakah pemazmur mengajak untuk memuji Tuhan?
  • Ayat 5-6         : Mengapa pemazmur mengajak semua yang ada di langit untuk memuji Tuhan?

Jika kita perhatikan Mazmur 148 secara keseluruhan, maka kita akan menemukan baik di ayat 1 dan ayat 14, mazmur ini diawali dan diakhiri dengan kata “haleluya”, di mana mencakup pujian kepada Allah. Hal ini menandakan bahwa Mazmur 148 adalah mazmur yang mengajak semua ciptaan Tuhan untuk memuji dan menyembah-Nya. Menurut tradisi Yahudi, orang-orang Yahudi melantunkan nyanyian ini saat sembahyang pagi.  Di ayat 1-4, pemazmur ingin mengajak semua yang ada di langit untuk memuji Tuhan.  Di ayat pertama, pemazmur mengajak semua ciptaan Tuhan untuk mengarahkan pandangannya kepada Tuhan, Sang Pencipta yang bertahta di Sorga. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya. Lalu, kepada siapa sajakah pemazmur mengajak untuk memuji Tuhan?

Pertama-tama pemazmur mengajak seisi Surga, yakni para malaikat untuk memuji Tuhan (v.2). Kedua, pemazmur mengajak benda-benda penerang, yakni matahari, langit, dan bintang terang untuk memuji Tuhan (v.3). Ketiga, pemazmur mengajak langit untuk memuji Tuhan (v.4). Pemazmur mengajak semua yang ada di langit untuk memuji Tuhan karena Allah menciptakan semua ciptaan-Nya dengan firman-Nya dan berkuasa atas ciptaan-Nya (v.5-6). Ketika Allah menciptakan semua ciptaan-Nya, Ia juga yang akan menopang dan memelihara. Bahkan Ia membuat peraturan dan ketetapan agar ciptaan-Nya tetap tunduk pada kehendak-Nya. Saudara, melalui ayat 1-6 ini pemazmur mengingatkan kepada kita bahwa semua yang Allah ciptakan, dirancang sedemikian rupa agar dapat berfungsi dengan baik dan Allah sendiri yang berdaulat penuh atas ciptaan-Nya.

Refleksi
Di pagi yang teduh ini, ambil dan hembuskan nafas secara perlahan. Bayangkan ketika saudara melihat langit yang berwarna biru, bulan, bintang, dan rasakan hangatnya mentari pagi. Bukankah Tuhan menciptakan benda-benda penerang itu sesuai dengan fungsinya? Betapa ajaib semua yang telah Tuhan ciptakan. Sudahkah kita bersyukur atas semua ciptaan-Nya di langit yang menolong seluruh aktivitas kita?

Tekad
Tuhan, terimakasih untuk semua karya-Mu. Aku mau memuji kebesaran yang Kau tunjukkan kepadaku.

Tindakan
Hari ini aku akan menutup perenungan di pagi ini dengan menyatakan rasa syukurku atas semua di langit yang telah Tuhan ciptakan melalui nyanyian dari NKB 217: “Semua Yang Tercipta” (catatan: dipersilahkan untuk bernyanyi dengan lagu pilihan sendiri)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»