suplemenGKI.com

Rabu, 15 Juni 2016.

14/06/2016

Bacaan : 1 Raja-raja 19 : 9 – 18.

Thema : Bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan.

 

PENGANTAR.
Pada akhirnya nabi Elia sampai di gunung Horeb, lalu ia masuk ke dalam sebuah goa, dimana Tuhan akan menyatakan diri kepadanya. Mungkin goa itu sama dengan goa dimana Musa dahulu melihat kemuliaan Tuhan. Elia beristirahat di dalam goa tersebut. pada saat itulah Tuhan berfirman kepada Elia demikian, “Apakah kerjamu di sini, hai Elia” ? Maka Elia menjawab, “Aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan,………..”. Mengapa Elia menjawab seperti itu ? renungan kita hari ini akan menjelaskannya.

PEMAHAMAN.

  1. Mengapa Elia menjawab pertanyaan Tuhan demikian ? yaitu “bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan”. Apakah alasan Elia ? ( ayat 9 – 10 )
  2. Apa yang diperlihatkan Tuhan kepada Elia ? ( ayat 11 – 13 )
  3. Mengapa Tuhan bertanya kembali kepada Elia dengan pertanyaan yang sama ? dan mengapa Elia juga menjawab dengan jawaban yang sama ? ( ayat 13b – 14 )
  4. Apakah tugas baru yang harus dikerjakan Elia ? ( ayat 15 )

Ketika Tuhan bertanya kepada Elia, “apakah kerjamu di sini, hai Elia” ? maka Elia pun menjawab, “aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan”.  Bagi Elia bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan adalah bagaimana ia melaksanakan perintah Tuhan, membawa kembali umat Israel beribadah kepada Tuhan. Dan hal itu bukanlah jalan yang mudah, karena umat Israel telah berbakti menyembah dewa baal yang dibawa oleh Izebel. Perjuangan nabi Elia melawan nabi-nabi baal di gunung Karmel merupakan perjuangan antara hidup dan mati. Nabi Eliapun dapat membuktikan kepada umat Israel bahwa Tuhan Allah yang disembahnya adalah Tuhan pencipta dan penguasa alam semesta. Sehingga nabi-nabi baal dibuatnya tidak berdaya. Walaupun Elia mengalami kemenangan mutlak atas nabi-nabi baal namun nyawanya masih terancam. Oleh sebab itu jawaban nabi Elia kepada Tuhan bahwa ia telah bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan telah dibuktikannya. Dan kini Elia mengadu kepada Tuhan.

Di tengah-tengah kegalauan Elia, Tuhan Allah memperlihatkan bagaimana cara Dia bekerja. Mula-mula datang angin ribut dan taufan, kemudian gempa bumi yang dahsyat sesudah itu datanglah api yang membakar dan merusak. Pernyataan Allah tersebut hendak menyatakan bagaimana Tuhan akan menghukum umatNya. Tetapi Allah sendiri menyatakan kepada Elia dari dalam bunyi angin sepoi-sepoi, dan Eliapun merasakan kehadiran Tuhan sehingga Elia menyelubungi mukanya. Kepada Elia Tuhan menyatakan Diri sebagai Allah yang pengasih, penyayang, panjang sabar dan pengampun. Oleh sebab itu Tuhan kembali bertanya kepada Elia dengan pertanyaan yang sama, dan Eliapun menjawab dengan jawaban yang sama, karena bagi Elia hidupnya adalah untuk bekerja bagi Tuhan. Oleh sebab itu Tuhan memberi tugas baru bagi Elia. Elia ditugaskan untuk mengurapi Hazael raja Aram, Yehu menjadi raja atas Israel dan Elisa menjadi nabi yang akan menggantikannya. Ketiga orang inilah yang akan melaksanakan hukuman atas Israel. Dan untuk itu Elia harus kembali ke masyarakat memperjuangkan kemuliaan nama Tuhan.

Betapa luar biasanya komitmen Elia untuk terus bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan. Tak peduli tantangan menghadang, Elia tetap bersedia bekerja bagi Tuhan. Bagaimana dengan saudara ? apakah saudara sudah bekerja bagi Tuhan ? segiat apa ?

REFLEKSI.
Renungkanlah : Apakah saya sudah bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan ?

TEKADKU.
Ya Tuhan ampunilah saya, karena saya tidak bekerja bagi Tuhan dengan giat tapi dengan asal-asalan. Tolonglah saya agar dapat bekerja bagi Tuhan dengan giat.

TINDAKANKU.
Mulai hari ini saya akan bekerja untuk Tuhan dengan giat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*