suplemenGKI.com

Rabu, 15 Juli 2020

14/07/2020

Matius 13:24-30, 36-43

MENGAPA ADA LALANG?                                                                                                                                                                                                                          

PENGANTAR
Jika kerajaan surga telah tiba, mengapa Kerajaan Allah yang diberitakan Yesus itu tidak segera menampakkan kuasanya? Mengapa orang-orang jahat dibiarkan hidup? dan mengapa orang-orang benar masih harus hidup dalam penderitaan? Di zaman Yesus, pertanyaan ini sering diajukan oleh banyak orang, termasuk para murid-Nya sendiri (lihat Luk. 9:54). Perumpamaan tentang gandum dan lalang disampaikan oleh Yesus untuk menjawab pertanyaan tersebut.

PEMAHAMAN

  • Ay. 24-30.    Mengapa sang petani tidak bisa segera menyingkirkan lalang-lalang itu dari ladangnya? (lihat ay. 29). Sampai kapankah ia harus menunggu? (lihat ay. 30)
  • Ay. 36-43.    Perhatikanlah penjelasan Yesus di bagian ini. Hal apa yang sedang Yesus ajarkan kepada para murid-Nya? Bagaimana kita menghadapi kondisi tersebut (sebutkan minimal dua hal).

Perumpamaan tentang gandum dan lalang berbicara tentang dua jenis benih yang berbeda yang ditabur oleh dua individu yang berbeda, seorang petani dan musuh. Sang petani menaburkan benih gandum, sedangkan musuhnya menaburkan benih lalang. Dua benih itu tumbuh bersama, di tempat yang sama. Di masa awal pertumbuhan, keduanya sangat mirip sehingga sulit dibedakan. Selain itu, jika ditanam berdekatan, akar mereka akan saling terkait. Jika petani itu terlalu awal membersihkan lalang, beberapa batang tanaman gandum akan ikut tercabut. Petani itu harus menunggu sampai musim menuai.

Kepada para murid-Nya, Yesus menjelaskan arti perumpamaan itu (ay. 36-43). Petani itu adalah Kristus sendiri (ay. 37, disebut Anak Manusia), dan benih yang baik atau gandum itu adalah orang-orang yang percaya kepada-Nya (ay. 38, anak-anak Kerajaan), sedangkan lalang adalah “anak-anak si jahat”, yaitu orang-orang yang melakukan kejahatan.  Musuh yang menaburkan benih lalang adalah Iblis. Waktu menuai adalah akhir zaman dan para penuai itu adalah para malaikat (ay. 39). Dengan demikian, selama di dunia, murid-murid Kristus harus hidup berhadapan dengan “lalang” (yaitu, orang-orang jahat) yang dapat mempersulit hidup mereka atau membuat mereka menderita. Tentu, Kristus akan menyingkirkan “lalang” itu. Namun, mereka harus menunggu sampai tiba waktu penghakiman di akhir zaman.

Dengan adanya orang-orang jahat di sekitar kita, hidup kita memang menjadi lebih sulit. Namun, menunggu sampai akhir zaman merupakan kemurah-hatian Allah kepada manusia. Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat (2 Pet. 3:9). Kita harus menggunakan kesempatan tersebut dengan baik. Kita sendiri harus bertobat agar dapat menolong orang lain untuk bertobat.

REFLEKSI
Di dunia ini yang masih dipenuhi dengan kejahatan ini, apakah Anda sudah menunjukkan jati diri Anda sebagai murid-murid Kristus?

 

TEKADKU
Tuhan, curahkankanlah Roh Kudus kepadaku, agar aku dapat hidup sebagai murid-murid Kristus dan menolong orang lain hidup dalam kebenaran.

TINDAKANKU
Aku akan melakukan tindakan nyata untuk mengatasi salah satu dosa atau kebiasaan buruk yang masih sering aku lakukan. Bila perlu, aku akan mencari nasihat atau pertolongan untuk mengatasi dosa/kebiasaan buruk tersebut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«