suplemenGKI.com

YAKIN DALAM SEGALA SITUASI

Mazmur 40:2-18

 

PENGANTAR
Siapapun kita, tidak ada satupun yang bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dalam perjalanan kehidupan ke depan.  Adakalanya langkah-langkah kita berjejak di atas bukit batu yang kokoh, tetapi adakalanya terperosok dalam rawa yang dipenuhi dengan ketidakpastian.  Realita kehidupan yang tidak stabil, yang berubah-ubah, dan bergerak di antara keyakinan dan kecemasan seperti inilah yang dialami Daud.  Bagaimana sikap Daud?  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Ada dua situasi yang sedang pemazmur hadapi.  Bagaimana situasi itu terjadi?
  • Dalam pergumulannya bagaimana sikap Daud? (ayat 2, 14)
  • Bacalah secara perlahan teks hari ini.  Kebenaran apa yang saudara dapatkan terkait dengan keyakinan berjalan bersama Tuhan dalam segala situasi?

Melalui Mazmur yang dituliskan dalam bagian ini, menunjukkan bahwa Daud sangat bergumul menghadapi kesulitan, kesalahan yang pernah dia lakukan dan musuh-musuh yang siap menghancurkan hidupnya.  Mazmur yang dituliskan Daud mencerminkan dua situasi yang terjadi: nyanyian syukur karena terlepas dari kesulitan (ayat 2-11) dan ratapan yang penuh kecemasan karena kesalahan serta musuh-musuh yang masih mengancam (ayat 12-18).

Lalu bagaimana sikap Daud dalam menghadapi realita seperti ini?  Pertama, melalui Mazmurnya Daud memang melantunkan nada-nada riang tetapi juga mengakhiri dengan nyanyian yang pilu.  Walaupun berada dalam dua situasi itu, namun isi nyanyian Daud sarat dengan keyakinannya kepada Allah. Walaupun ia telah menggeser nyanyian syukur (ayat 2-6) dan tekadnya melakukan kehendak-Nya (ayat 7-11) menjadi ratapan pilu karena malapetaka, kesalahan (ayat 12, 13), dan musuh-musuhnya (ayat 14-16), namun ia tetap menyanyikan kesetiaan, keselamatan, kasih, dan kebenaran Tuhan, baik dengan nada riang (ayat 11) maupun pilu (ayat 12).  Isi nyanyian Daud tetap menunjukkan kesaksiannya tentang Tuhan baik dalam syukurnya: “Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau” (ayat 6), maupun dalam ratapnya: “Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku…” (ayat 18).

Kedua, kerinduannya kepada Tuhan terus bertumbuh semakin kuat melalui pasang surutnya kehidupan.  Kerinduan Daud terus menggema semakin kuat yang diungkapkan melalui keyakinannya “Aku sangat menanti-nantikan Tuhan” (ayat 2), melalui ratapannya “Tuhan segeralah menolong aku!” (ayat 14) maupun melalui permohonannya “Ya Allahku, janganlah berlambat” (ayat 18).  Di manakah Daud menemukan kekuatannya?  Sumber kekuatan Daud tidak lain terletak pada keyakinannya yang mempercayai bahwa sekalipun keadaan di sekitarnya berubah namun perhatian (ayat 6, 18), kesetiaan, keselamatan, kasih, kebenaran, dan anugerah Tuhan yang sedemikian besar terhadap dirinya tidak pernah berubah, baik pada waktu senang ataupun susah (ayat 11, 12).  Bagaimana dengan kondisi perjalanan hidup saudara saat ini?  Sedang sukacita atau meratap?  Seperti sikap Daud, baik pada waktu sukacita maupun meratap tetap memiliki keyakinan yang teguh akan kasih-Nya. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Kita tidak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi esok, namun yang pasti Dia mau berjalan bersama agar kita tidak jatuh.  Yakini kasih-Nya ada dalam segala situasi.  

TEKADKU
Ya TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu.  Mampukan aku terus memiliki keyakinan bahwa TUHAN ada dan menolong dalam segala situasi.  Jangan biarkan keyakinanku pudar hanya karena persoalan dalam dunia yang tidak kekal ini.

TINDAKANKU
Aku yakin Tuhan pasti  hadir dan menolongku mengatasi …… (sebutkan persoalan yang sedang saudara alami).  Aku mau mengikuti jejak-Nya dalam segala situasi.  Itulah wujud iman dan pengharapanku pada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«