suplemenGKI.com

MAZMUR 119:33-37

MENCINTAI FIRMAN ALLAH

 

Pengantar

Berapa kali dalam sehari kita menyentuh Alkitab? Berapa kali dalam sebulan kita memegang Alkitab? Berapa kali dalam setahun kita membuka Alkitab? Berapa kali sepanjang hidup kita membaca Alkitab? Semua pertanyaan itu jika ditanyakan tentu sangat menggelikan dan tentu sangat aneh untuk ditanyakan. Tetapi sadar atau tidak minat membaca Alkitab memang sangat minim. Sehingga tidak mengherankan jika kecintaan terhadap firman Allah juga tidak dimiliki oleh kebanyakan orang dimasa sekarang.

Saat ini tren yang berkembang dimasyarakat adalah munculnya survey elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur beberapa daerah yang akan melaksanakan pilkada. Berbagai survey menimbulkan banyak respon diantaranya adalah munculnya komentar-komentar politik terkait hasil survey tersebut. Terlepas dari hangatnya pemberitaan tentang hasil-hasil survey calon kepala daerah, tahukah kita bahwa ada pula hasil survey yang menunjukkan bahwa minat membaca Alkitab dikalangan orang Kristen juga sangat minim. Apakah hasil survey itu membuat kita terkejut?

Pemahaman

Ayat 33-37           Apa yang pemazmur harapkan dari mempelajari firman Allah?

Pemazmur memperlihatkan kecintaannya kepada firman Allah. Bagi pemazmur firman Allah merupakan pedoman dan penopang kehidupannya. Jika kita memperhatikan setiap syair yang diungkapkan maka akan terlihat dengan jelas sikap pemazmur yang sangat mencintai firman Allah. Apa yang menyebabkan pemazmur sangat mencintai firman Allah? Ayat 33-36 menjelaskan bahwa pemazmur menyadari bahwa jika umat ingin mengetahui apa yang Allah kehendaki dari umat-Nya, maka firman Allah adalah tempat mencari jawabannya. Selain menjadi tempat untuk mencari kehendak Allah, bagi pemazmur firman Allah adalah pedoman dalam menjalani kehidupan. Ayat 37 menjelaskan bahwa pemazmur tidak ingin tersesat dan hidup dalam kesia-siaan. Agar hidupnya lebih berarti pemazmur menjadikan firman Allah sebagai pedoman dan penuntun.

Mencintai firman Allah sangat perlu untuk ditumbuhkembangkan. Kita adalah orang-orang yang telah dikuduskan oleh Allah untuk mengerjakan kebenaran. Namun bagaimana kita bisa mengerjakan semuanya itu tanpa menjadikan firman Allah sebagai pedomannya?

Refleksi

Sudahkah aku memiliki waktu bertekun mempelajari firman Allah? Sudahkah aku menjadikan firman Allah sebagai pedoman dalam hidupku?

Tekadku

Ya Allah, mampukan kami mencintai ketetapan-ketetapan-Mu dan firman-Mu. Ajar kami untuk menjadikan firman-Mu sebagai pelita dalam hidup kami.

Tindakanku

Melatih diri dengan mulai membaca Alkitab selama 5-10 menit setiap hari. Belajar menikmati saat-saat membaca Alkitab.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*