suplemenGKI.com

Matius 6:1-6

Memberi Dengan Hati

 

Bagian ini merupakan salah satu dari khotbah Tuhan Yesus di bukit, pasal 6 ini berbicara tentang Allah Bapa melihat sesuatu yang dilakukan secara tersembunyi. Tuhan Yesus mengharapkan murid-muridNya dan juga orang banyak untuk melakukan segala sesuatu jangan hanya mau dilihat dan dihargai oleh manusia saja.

  1. Dalam hal apa saja Tuhan Yesus mengharapkan bahwa segala sesuatu dilakukan tanpa harus dilihat oleh orang lain?
  2. Apa yang menjadi dasar seseorang sewaktu memberi sedekah kepada orang lain?
  3. Apa yang ditentang oleh Tuhan Yesus pada di orang Farisi?
  4. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari bacaan diatas?

 

Renungan:

Tuhan Yesus mengingatkan akan kecenderungan banyak orang, bahwa segala sesuatu yang dikerjakan atau dilakukan oleh manusia disertai dengan pamrih. Manusia mengerjakan sesuatu terkadang dan sering hanya untuk menyenangkan sesamanya. Karya manusia yang berharga sering kali hanya sebatas dihargai oleh manusia saja. Sehingga banyak orang yang mau berkarya kalau dilihat dan dihargai oleh sesamanya. Bahkan hal inipun melanda dalam kehidupan manusia yang bergerak dibidang keagamaan.

Tuhan Yesus mengingatkan kepada orang banyak, bahwa Bapa itu melihat apa yang kita lakukan sekalipun orang lain tidak tahu dan tidak melihatnya. Bahkan Bapa memberikan upah kepada mereka yang telah melakukan hal yang baik walaupun dilakukannya secara tersembunyi.

Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa apa yang baik yang sudah dikerjakan janganlah di beritahukan kepada orang lain dengan tujuan meminta penghargaan dari orang yang mendengarkannya.   Demikian juga sewaktu seseorang memberikan sedekah kepada orang lain, maka hal itu biarlah tidak dibangga-banggakan, namun justru dilakukan secara tersembunyi. Tuhan Yesus ingin mengajarkan bahwa dalam hal memberi, yang paling penting adalah motivasinya.

Sama halnya di dalam berdoa, Tuhan Yesus menghendaki bahwa berdoa merupakan komunikasi kita yang langsung dengan Tuhan dan bersifat pribadi. Tuhan Yesus mengkritik cara berdoa orang-orang Farisi yang kelihatan saleh dari tampak luarnya saja. Orang Farisi berdoa dengan tujuan supaya dilihat orang banyak sebagai orang yang rohani, maka mereka berdoa dengan suara yang keras ditengah-tengah jalan maupun di pasar-pasar. Tuhan Yesus mengkritik kemunafikan orang-orang Farisi, yang hanya menonjolkan hal-hal yang lahiriah saja.

Pengajaran Tuhan Yesus mengingatkan kita sekali lagi bahwa apa yang kita lakukan untuk sesama dan untuk Tuhan janganlah dilakukan demi nama baik kita, namun seharusnya lebih dari itu, yakni untuk memuliakan Tuhan. Karena apa yang kita lakukan walapun tersembunyi dan tidak terdengar oleh manusia namun Bapa di surga melihatnya dan memberikan upah kepadanya.

Mari melakukan segala sesuatu bukan untuk memuliakan diri kita sendiri, namun nama Tuhan semakin dipermuliakan di bumi ini. Amin

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*