suplemenGKI.com

Mikha 4:2-5

 

“Kembalilah Pada Pengharapan-Nya”

 

Pengantar:
Hidup kita ibarat perjalanan mengitari sebuah gunung dengan pola melingkar yang hanya mempunyai satu pintu gerbang. Pada waktu masuk maupun ketika keluar hanya melewati satu pintu gerbang. Orang yang bijak tidak akan membawa barang bawaannya yang berat ikut mengitari gunung tersebut, ia akan meninggalkannya di pintu gerbang saat ia masuk, nanti setelah selesai mengitari gunung itu ia pasti akan kembali ke pintu gerbang yang sama dan mendapatkan kembali barang bawaannya. Dengan demikian dia bisa leluasa menikmati pemandangan gunung tersebut. Namun banyak orang yang hanya karena takut kehilangan barang bawaannya ia terus menggendongnya sehingga sangat melelahkan dan tidak bisa menikmati perjalanan mengitari gunung tersebut. Hal itu juga yang dilakukan oleh banyak orang Kristen, akibatnya hidup menjadi menderita dan tidak jarang terjerumus dalam dosa.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak disampaikan oleh Nabi Mikha melalui pernyataannya di ayat 1-2?
  2. Bagaimana agar umat Tuhan dapat mengalami pengharapan Tuhan? (v. 3-4)
  3. Bagaimanakah hidup umat Tuhan agar boleh mengalami pengharapan Tuhan? (v. 5)

Mikha pasal 1-3, intinya menjelaskan alasan mengapa Tuhan membuang bangsa Israel ke Babel, yaitu karena mereka menyeleweng dari Tuhan dengan menyembah berhala, berbuat banyak kejahatan. Para pemimpin agama tidak memberi teladan hidup yang baik, mereka memanfaatkan posisinya untuk memeras dan menindas yang lemah, akibatnya mereka dihukum dengan cara dibuang ke Babel. Di tengah kehidupan umat Israel yang terpuruk akibat gagal menjalani hidup benar seperti yang Tuhan kehendaki, datanglah undangan Tuhan yang memanggil mereka kembali pada pengharapan Tuhan. Pada hari-hari terakhir  ketika mereka akan kembali ke Yerusalem akan datang masa depan yang lebih baik bahkan berita tersebut juga adalah nubuat tentang Mesias yang akan datang sebagai Raja yang menyediakan kehidupan yang penuh pengharapan. Untuk itulah umat Tuhan dituntut agar bersedia hidup dibimbing, dipimpin dan taat pada perintah Tuhan. Dan yang tidak kalah penting adalah umat harus menjaga kesetiaan dan komitmen iman mereka pada Tuhan dengan tetap setia berjalan bersama Tuhan tidak berpaling dari Tuhan dan tidak tergoda untuk mengikuti ilah bangsa-bangsa di sekitar mereka, tetapi umat Allah harus tetap setia berpegang pada kebenaran Tuhan sebagai komitmen kembali pada pengharapan-Nya (v. 5)

Refleksi:
Saudara-saudara, saat ini mungkin kita masih berada dalam kondisi tidak baik, tetapi dengarlah firman Tuhan bahwa ada pengharapan di mana Tuhan akan membebaskan kita  dari berbagai hal yang tidak baik itu. Maukah kita berkomitmen berjalan bersama Tuhan?

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, di saat-saat yang tidak baik ini saya sangat membutuhkan pengharapan dari Engkau, kuatkan saya agar tetap berkomitmen berjalan bersama-Mu di masa-masa sulit ini.

Tindakanku:
Tuhan berjanji akan menolong kita untuk melewati masa-masa sulit ini, mari kita Kembali kepada Dia dan terus menjaga komitmen untuk setia berjalan bersama dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*