suplemenGKI.com

Rabu, 15 April 2013.

14/05/2013

Bacaan : Mazmur 104 : 24 – 35.

Bersukacita karena Tuhan.

Pengantar
Pada suatu hari libur, pagi-pagi pak Suto menyapu halaman rumah sambil bersenandung ringan menyanyikan lagu rohani yang ia hafal, raut wajahnya berseri-seri penuh sukacita. Pada hari libur itu pak Suto dan keluarga ingin melakukan bersih-bersih rumah. Ketika pak Suto sedang bersenandung/ bernyanyi itulah ada tetangganya yang memperhatikan, yang kemudian bertanya kepada pak Suto, “wah pak Suto ini saya perhatikan wajahnya berseri-seri penuh sukacita, rupanya bapak baru menerima banyak rejeki ya” ? pak Suto manjawab pertanyaan tetangganya tersebut dengan senyuman khasnya, “wah bapak ini ada-ada saja, hari ini saya bersukacita bukan karena saya telah menerima banyak rejeki, tapi karena berkat rohani dari Firman Tuhan yang saya baca tadi pagi, yang sangat menguatkan dan menghibur saya sehingga hati saya bersukacita. Renugan kita hari ini mengajak kita bersukacita.

Pemahaman.

  1. Bagaimana pemazmur mengungkapkan kekagumannya terhadap keagungan Tuhan ? [ ayat 24-26 ].
  2. Bagaimana pemazmur merasakan setiap karya Tuhan dalam hidupnya ? [ayat 27-30].
  3. Apa yang dilakukan pemazmur atas segala karya Tuhan dalam hidupnya ? [ayat 31-35].

Suatu ketika saya pergi ke sebuah pantai, dan saya menyeberang ke sebuah pulau kecil, saya berdiri menatap ke laut lepas, sedangkan dibawah sana menghantam batu karang dengan tiada henti. Di saat saya memandang ke laut lepas hati saya, sungguh sangat terkagum-kagum akan dahsyatnya alam ciptaan Tuhan, tanpa disadari sayapun menyanyi, “maka jiwakupun memujiMu, sungguh besar Kau Allahku”. Saya terus menyanyikan lagu itu dengan suara keras, hatikupun penuh dengan sukacita karena kebesaran Sang pencipta alam semesta. Sudah barang tentu kekaguman saya kepada Tuhan tidak berhenti sampai disitu, tetap terus berlanjut kepada segala karya Tuhan sebagai sang pemelihara semua ciptaanNya. Bayangkan saja, bahwa semua ciptaan Tuhan, baik itu binatang-binatang, ikan-ikan di laut, burung-burung di udara semuanya membutuhkan makanan dan semua itu [kebutuhan makanannya] disediakan Tuhan. Bukan saja binatang-binatang yang mendapat perhatian dan pemeliharaan Tuhan tetapi juga umat manusia. Semua kebutuhan umat manusia disediakan Tuhan, sudah barang tentu melalui upaya dan kerja. Mungkin kita memiliki banyak pengalaman pribadi berkenaan dengan pemeliharaan Tuhan terhadap kita ? yang pasti Tuhan selalu memelihara kita.

Pemazmur telah mengalami semuanya itu, setiap karya Tuhan dan pemeliharaan Tuhan telah diterimanya. Oleh karena itu pemazmur ingin memuji Tuhan selama ia hidup, hal itu menjadi komitmen pemazmur karena pemazmur banyak merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya sehingga ia bersukacita. Jika kita menyadari, sebenarnya kita telah banyak merasakan dan menerima kebaikan Tuhan, namun kita memandang hal tersebut sebagai hal yang biasa saja. Melalui renungan hari ini kita diajak pemazmur untuk selalu mensyukuri setiap berkat, pertolongan Tuhan dalam kehidupan ini sehingga kita dapat menjalani hidup ini dengan bersukacita, bukan karena rejeki kita banyak tetapi karena Tuhan. Bisakah kita menjalaninya ?

Refleksi.
Ambillah saat hening beberapa menit, dan renungkanlah : pernahkah anda terkagum-kagum akan keAgungan Tuhan ? apakah anda pernah merasakan kebaikan dan pemeliharaan Tuhan ? apa yang anda lakukan setelah anda menerima kebaikan Tuhan ?

Tekadku.
Semua ciptaanMu termasuk saya, biarlah saya memujiMu dengan hati penuh sukacita.

Tindakanku.
Mulai hari ini saya akan menjalani hidup ini dengan penuh syukur dan sukacita sebab Tuhan telah memelihara hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«