suplemenGKI.com

KELUARGA YANG MEMUJI TUHAN

Mazmur 113

 

Pengantar
Padaumumnya orang Kristen suka memuji TUHAN, bukan sekedar karena suka menyanyi tapi karena ada alas an penghayatan iman yang lebih mendasar. Kitab Mazmur mengajarkan bahwa pujian bagi TUHAN harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kehidupan orang percaya. Marilah kita merenungkan ajakan Pemazmur.

Pemahaman

  • Ayat 1-4  : Mengapa umat memuji TUHAN?
  • Ayat 5-6  : Sifat mulia apa yang dapat Anda pelajari dari TUHAN dalam ayat-ayat ini?
  • Ayat  7-9 : Apa sajakah tindakan yang dilakukan TUHAN bagi umat-Nya?

Mazmur 113 dimulai dalam bahasa Ibrani dengan kata “_Halelu Yah_” (maka orang Yahudi menyebutnya “_Hallel_ (Pujian)”. Hallel dipakai dalam perjamuan Paskah Yahudi. Mazmur ini dibuka dengan suatu seruan kepada semua hamba TUHAN untuk memuji TUHAN pada segala waktu dan tempat. Mengapa? Karena TUHAN mengatasi segala sesuatu. TUHAN adalah Sang Mahatinggi, tak ada yang sebanding dengan Dia dan tak ada ALLAH selain Dia.

Pemazmur juga menyaksikan karya besar TUHAN dengan mengungkapkan kenyataan paradoks. ALLAH yang Mahatinggi berbela rasa bagi manusia. Dia sudi merendah kebumi (ayat5-6) untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat7-9). ALLAH yang bertakhta dalam ketinggian surgawi bukanlah ALLAH yang tidak peduli pada keberadaan umat-Nya di bumi. Umat-Nya yang dilecehkan dan diperlakukan tidak semena-mena diangkat dan didudukkan di tempat yang layak. Wujud kepedulian ALLAH pertama-tama ditujukan kepada orang-orang hina dan miskin, yaitu mereka yang lemah kedudukannya, mereka yang tidak mempunyai keterampilan atau keahlian yang diperlukan masyarakat, mereka yang menganggur dan berkekurangan. Mereka diangkat dan didudukkan di antara para bangsawan. Di tempat itu, masa depan mereka direncanakan, kedudukan mereka diperbarui, dan segala kerinduan mereka dipuaskan (ayat7-8). Kedua, ALLAH peduli terhadap keberadaan wanita mandul yang saat itu dipandang hina dan terkutuk, disakiti hatinya, dianggap tidak berguna. Wanita mandul inilah yang diangkat TUHAN tidak hanya untuk menjadi seorang yang penuh sukacita karena menjadi ibu, tetapi juga masa depannya. TUHAN telah menghapuskan aibnya di depan manusia .

Sesungguhnya setiap keluarga Kristen dipanggil memuji TUHAN setiap saat, kala senang maupun susah, kala sukses maupun terpuruk.  Pengalaman iman bersama TUHAN-lah yang akan memampukan keluarga mempersembahkan puji-pujian bagi-Nya. Pujian terindah bersumber dari hati orang percaya yang meyakini bahwa Dia adalah TUHAN yang mampu melakukan karya besar dalam segala perkara kehidupan.

Refleksi
Apakah Anda dapat merasakan karya besar ALLAH di tengah keluarga? Apakah Anda dan keluarga juga memiliki semangat memuji TUHAN seperti Pemazmur? Sepenting apakah puji-pujian bagi TUHAN dalam kehidupan keluarga Anda?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukan aku dan keluargaku mensyukuri karya-Mu melalui puji-pujian.

Tindakanku
Sesibuk apa pun, aku akan berupaya mengatur waktu agar dapat memuji TUHAN  bersama keluargaku setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*