suplemenGKI.com

KEMURAHAN HATI ALLAH

Roma 11:1-2, 29-32

 

PENGANTAR

Matahari bersinar dan memberi kehangatan bagi bumi. Sinarnya membuka hari dan menyapa manusia dalam pergumulannya.  Manusia pun menerima sebesar-besarnya manfaat dari rutinitas matahari.  Secara umum adakah manusia yang tidak menerima kebaikan matahari?  Matahari hadir memberi kehidupan bagi semua.  Realitas ini meski tidak sebanding, namun dapat menggambarkan kesetiaan dan kemurahan hati Allah dalam kehidupan manusia.   Kebenaran inilah yang dibicarakan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Kristen di Roma, terkhusus dalam hubungannya dengan keselamatan Israel.  Mengapa Paulus membicarakan hal ini? Apa yang dimaksud kemurahan hati Allah dan bagaimana Paulus mempraktikkannya?  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana sikap Allah kepada Israel?  (ayat 2, 29)
  • Bagaimana sikap Allah kepada orang-orang non Israel? (ayat 31)
  • Kebenaran penting apa yang saudara pelajari tentang Allah dan sikap-Nya?

Keselamatan merupakan salah satu tema penting surat Paulus kepada jemaat di Roma.  Selain hendak menegaskan status keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Yesus; tetapi juga dimaksudkan untuk mencegah kesombongan orang-orang Kristen bukan Yahudi terhadap orang Yahudi.  Rasul Paulus menganggap penting untuk menyingkapkan rahasia tentang rencana keselamatan bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi (ayat 25).  Pemilihan keselamatan Allah terjadi karena kasih karunia-Nya (ayat 29).  Faktor pemilihan ada pada diri Allah.  Namun bukan berarti  meniadakan hukuman Allah bagi mereka yang menolak.

Paulus tidak bicara tentang dua perlakuan Allah terkait jalan keselamatan.  Seolah yang satu lebih diselamatkan daripada yang lain.  Yahudi dan non Yahudi tidak serta merta memperoleh keselamatan.  Keselamatan tidak ditentukan oleh identitas apapun yang melekat secara personal atau sebagai bangsa.  Keselamatan juga bukan wujud apresiasi Allah atas upaya manusia menjadi baik dan taat dengan cara apapun.  Keselamatan justru menunjukkan inisiatif kasih Allah yang menerima dan mengampuni setiap pendosa (ayat 30-31).  Itulah kemurahan Allah, yang membuka keselamatan bagi siapapun melalui pengakuan percaya kepada Yesus Kristus.

Bagaimana respons orang percaya kini dan nanti?  Tugas dan panggilan orang percaya adalah menyatakan kemurahan dan kasih Allah melalui praktik hidup yang selaras dengan kebenaran itu.  Sama seperti Allah yang tidak memandang identitas apapun yang melekat pada manusia, orang percaya pun dipanggil untuk mempunyai cara pandang demikian.  Tidak memandang identitas sosial apapun sebagai pembatas kasih kepada sesama.  Kasih Allah yang lintas batas menginspirasi orang percaya untuk mau dan mampu merayakan kasih dalam keragaman.  Bersediakah saudara menyatakan kemurahan Allah?  Mari bergandengan tangan mewujudkannya. 

REFLEKSI
Dalam keheningan, mari merenungkan: kemurahan Allah hendaknya mendorong orang percaya mempraktikkan sikap hidup demikian sebagai jalan mewartakan berita keselamatan di dalam Yesus Kristus. 

TEKADKU
Tuhan, tolonglah agar aku mampu menghidupi kemurahan hati-Mu melalui sikap hidup dan perbuatan yang bermurah hati kepada sesama, agar keselamatan-Mu nyata. 

TINDAKANKU
Aku mau seperti matahari, yang mengerjakan kebaikan dan berkat bagi sesamaku melalui pengampunan dan tindakan berbagi tanpa memandang status sosial apapun,

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«