suplemenGKI.com

Mazmur 16:1-6.

 

“Ketetapan Untuk Hidup Mengandalkan Tuhan”

 

Pengantar:
Siapa yang tahu bagaimana kehidupan yang akan kita jalani di hari esok. Siapa pula yang tahu apa yang akan kita hadapi di hari esok. Sepintar-pintar dan sehebat-hebatnya manusia ia tidak akan bisa mengetahui apa yang akan dialaminya atau apa yang akan dihadapinya di hari esok. Demikian juga Daud, di tengah kehidupan yang berliku-liku dan penuh dengan tantangan ia pun tidak tahu bagaimana hari esok. Melalui bacaan hari ini kita akan belajar tentang apa yang dilakukan oleh Daud di tengah pergumulan hidup yang dihadapinya.   

Pemahaman:

  1. Apakah makna dari pernyataan nyanyian Daud dalam ayat 1-3?
  2. Bagaimanakah keadaan orang-orang yang hidupnya tidak mengandalkan Tuhan? (v. 4)
  3. Pengharapan seperti apakah yang dimiliki oleh orang yang mengandalkan Tuhan? (v. 5-6)

Mazmur 16 ini merupakan sebuah miktam atau biasa dihayati sebagai sebuah nyanyian dari Daud ketika dia sedang merasakan kepedihan dan kesedihan karena kelakuan orang-orang yang seharusnya hidup saleh tetapi yang mereka lakukan justru berlaku tidak adil, menyeleweng dari kebenaran Tuhan dan hidup dalam kebobrokan perilaku maupun moral, sehingga berbuat segala sesuatu yang menghina kekudusan Allah (band Maz 14-15) Kebanyakan mereka itu adalah orang-orang terdekat Daud. Daud merasa telah dikhianati oleh  orang-orang terdekatnya. Di tengah pergolakan batin yang demikian, Daud tidak memilih untuk mengeluh, marah dan berputusasa tetapi Daud melakukan dua hal penting: Pertama, Daud memilih untuk hidup berharap dan mengandalkan Allah. Bagi Daud, berharap dan mengandalkan Allah adalah satu-satunya penghiburan dan kekuatan dalam menghadapi situasi yang menyedihkan (Maz 16: 1-2) Kedua, Daud yakin bahwa di tengah-tengah banyaknya orang-orang yang hidup memberontak dan menyeleweng dari Tuhan pasti masih ada orang-orang yang hidup kudus dan saleh yang akan mendukung dan bersama-sama dengannya. Orang-orang yang demikian tentu merupakan anugerah Tuhan yang akan  memberikan semangat dan kekuatan bagi Daud untuk tetap hidup mengandalkan Tuhan (v. 3) Sedangkan mereka yang hidup menyeleweng dan memberontak kepada Tuhan pasti akan semakin terpuruk dan menderita (v. 4) Atas dasar ketetapan hati yang tetap hidup mengandalkan Tuhan itulah Daud berkeyakinan bahwa dia akan mewarisi bagian terbaik, terindah dan termulia dari Tuhan yaitu kasih, pemeliharaan, penyertaan dan keselamatan dari Tuhan (v. 5-6)

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Ketika saudara diperhadapkan dengan banyaknya orang-orang yang mulai tidak setia bahkan meninggalkan Tuhan, apa yang harus saudara lakukan?

Tekadku:
Ya Tuhan, saya bertekad akan tetap setia dan mengandalkan Engkau dalam perjalanan hidup saya, sekalipun banyak orang di sekitar saya yang mulai undur dan menjauh dari Engkau.

Tindakkanku:
Saya mau meneladani Daud, yaitu semakin tekun berdoa dan melayani Tuhan serta tidak ikut-ikutan menjauh dan meninggalkan Tuhan sekalipun situasi hidup ini sulit.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*