suplemenGKI.com

Mazmur 16:8-11

Iman: Pengharapan Kehidupan Kekal

Setiap orang pasti berpikir bagaimana kehidupannya setelah kematian.  Di dalam kesadaran itulah setiap manusia mencari kepastian bagaimana hidupnya setelah hidup di dunia ini.  Berbagai cara dan sikap hidup yang diusahakan manusia agar memperoleh ‘kehidupan kekal” itu.  Lalu bagaimana iman dan pengharapan kita kepada-Nya?

Pertanyaan Penuntun:

  1. Bagaimana iman dan pengharapan Pemazmur tentang kehidupan kekal? (ay.10)
  2. Mengapa Pemazmur menyakini ada kehidupan kekal di dalam Tuhan? (ay.11)
  3. Bagaimana iman dan pengharapan kita akan kehidupan kekal?

RENUNGAN

Hal yang sangat penting dalam kehidupan beriman adalah bukan bagaimana jaminan kehidupan di dunia tetapi justru bagaimana jaminan kehidupan kekal.  Itulah yang disadari oleh pemazmur ketika dia menaruh iman dan pengharapannya kepada TUHAN.  Di ay 4a Pemazmur melihat bahwa orang-orang yang hidupnya mempercayai allah-allah lain tidak mengalami sukacita, tetapi kesedihan itu semakin besar.  Daud tidak ingin mengalami nasib orang seperti yang digambarkannya di ayat 4a ini.  Oleh sebab itu Daud bertekad di ay.4b-6 Pemazmur menyatakan tekad dan kerinduan agar Tuhan sepenuhnya menjadi harta kehidupannya, satu-satunya tambatan hati.  Tidak ada allah lain dalam hidupnya.

Ketika Daud mengungkapkan tekadnya untuk menjadikan TUHAN sebagai “warisan dan piala” yang sangat berharga maka di ayat 10 Daud mengatakan “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan”.  Daud memiliki keyakinan kehidupan kekal di dalam Tuhan.  Bagaimana Daud memiliki keyakinan itu?  Kuncinya adalah karena Daud memiliki kehidupan yang dekat dengan DIA.  Ayat 7 “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku”.  Dan ayat 11 menyatakan “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan,…”.  Bukankah ungkapan itu menunjukkan bagaimana Daud hidup dekat dengan Tuhan sehingga dia memiliki keyakinan kehidupan kekal yang Tuhan janjikan.  Keyakinan itu pada akhirnya membawa Daud senantiasa bersukacita, jiwanya bersorak-sorak dan tubuhnya diam dengan tentram.  Hal itu mengajarkan kepada kita bahwa ketika kita belajar menyingkirkan segala macam bentuk allah palsu dari kehidupan ini, maka maut tidak lagi menjadi ancaman yang menakutkan.  Mazmur ini telah diartikan sebagai mazmur mesianis (Kis. 2:25-28; 13:35) yang menunjuk kepada kebangkitan Kristus yang menjadi pengharapan kekal setiap orang percaya.  Kebangkitan Kristus tidak saja menyatakan kemenangan Kristus dari maut, tetapi juga menjadi dasar kehidupan kekal bagi setiap orang percaya.

Bagaimana iman dan pengharapan kita?  Apakah iman dan pengaharapan kita kepada Tuhan hanya untuk terbatas untuk mengatasi kehidupan kita di dunia saat ini saja?  Atau, sudahkah kita memiliki keyakinan kehidupan kekal?  Keyakinan kehidupan kekal itu kita miliki ketika kita mau hidup dekat dengan DIA, menghilangkan allah-allah lain dan mau dengar nasihatNya.  Milikilah keyakinan kehidupan kekal di dalam Tuhan.

Mengkonsumsi barang palsu mungkin bisa berakibat fatal, tetapi jauh lebih fatal ketika tidak memiliki Kristus yang memberi jaminan kekal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*