suplemenGKI.com

Rabu, 14 Maret 2018

13/03/2018

Mazmur 51:1-8

MENGAKUI KESALAHAN

 

Pengantar
Saat ini di banyak media kita bisa membaca atau menyaksikan ada banyak pejabat dan politikus yang terjerat kasus korupsi. Namun yang menarik adalah setiap kali penangkapan terjadi, para koruptor tidak mau mengakui perbuatannya. Sikap semacam ini ternyata tidak hanya kita jumpai dalam diri para pejabat dan politikus yang terjerat kasus korupsi. Namun kita jumpai juga dalam kehidupan sehari-hari, misalkan saja jika kita berbuat kesalahan, kita merasa gengsi untuk berkata “iya, saya salah”. Mengakui kesalahan tampaknya belum menjadi budaya atau gaya hidup manusia dari jaman ke jaman. Mulai dari Adam sampai sekarang. Manusia selalu merasa gengsi mengakui kesalahan, dan cenderung menganggap diri benar.

Pemahaman

Ayat 1-4               Pengakuan apa yang pemazmur sampaikan?
ayat 5-8                permohonan apa yang disampaikan pemazmur kepada Allah?

Daud menyampaikan sebuah pengakuan bahwa ia telah melakukan dosa dihadapan Allah (ay.1-4). Daud adalah seorang raja yang dikenal hebat. Namun ia melakukan yang jahat dimata Tuhan. Meski Daud merupakan seorang pemimpin dan seorang raja, Daud tidak malu mengakui bahwa ia telah melakukan dosa dihadapan Allah.

Daud menyampaikan sebuah pengakuan bahwa dia adalah manusia yang terikat dengan dosa. Itulah sebabnya Daud menyampaikan sebuah permohonan agar Allah mengampuni perbuatan-perbuatannya (ay.5-8).

Mengakui kesalahan adalah sikap yang bijaksana. Mengakui kesalahan berarti mengakui pula keterbatasan diri sebagai manusia. Gengsi hanya akan membawa umat pada kehancuran. Sudah sepantasnyalah umat belajar untuk mengakui kesalahan dihadapan sesama dan dihadapan Allah. Tidak ada yang sempurna tetapi ketidaksempurnaan jangan dijadikan alasan untuk terus menerus melakukan dosa

Refleksi
Sudahkah mengakui kesalahan menjadi budaya dan gaya hidup? Sudahkah dengan berani kita mengakui kesalahan dihadapan sesama? Sudahkah kita mengakui kesalahan dihadapan Allah?

Tekadku
Ya Allah, tolong aku untuk senantiasa menjaga kekudusan hidupku. Namun jikalau aku tanpa sadar melakukan kesalahan ampunilah aku. Dan jika secara sadar aku melukai hati sesamaku mampukan aku untuk mengakui kesalahanku

Tindakanku
Belajar mengakui jika berbuat kesalahan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«