suplemenGKI.com

Rabu, 14 Maret 2012

13/03/2012

Mazmur 107:1-3

Ungkapan Syukur Orang Yang Ditebus

 

Mazmur ini, khususnya ayat 1-3 merupakan mazmur hikmat yang berisi seruan kepada umat agar bersyukur atas kebaikan dan kasih setia TUHAN karena penebusan yang Dia berikan.  Dengan demikian pemazmur mengajak umat yang telah ditebus oleh-Nya untuk mengungkapkan atau memproklamirkan rasa syukur kepada TUHAN.  Umat yang telah ditebus oleh-Nya seharusnya mampu mengungkapkan rasa syukur setiap saat atas dasar penebusan yang telah anugerahkan oleh-Nya.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa alasan pemazmur ketika mengajak umat untuk bersyukur kepada Tuhan? (ay. 1)
  2. Berapa lama jangka waktu kasih setia Tuhan? (ay. 1)
  3. Bagaimana pengaruh dosa dalam diri umat Tuhan ketika belum ditebus oleh-Nya? (ay. 2)
  4. Siapa saja yang diajak pemazmur untuk mengucap syukur kepada Tuhan? (ay. 3)
  5. Apakah kita selalu menyadari bahwa kita adalah umat yang ditebus oleh-Nya?  Lalu, apakah kita sudah menunjukkan hidup yang mengucap syukur?

 

RENUNGAN

Menurut saudara, apakah mengucap syukur itu sesuatu yang gampang dilakukan (= dikatakan) atau tidak?  Ada orang yang mengatakan gampang dilakukan tetapi ada juga yang mengatakan sulit untuk dilakukan, mengingat manusia yang selalu merasa kurang atau tidak puas dalam hidup ini.  Bacalah dengan pelan-pelan bagian firman Tuhan ini.  Bagian ini menunjukkan bahwa pemazmur mempunyai misi khusus yaitu mengajak umat untuk bersyukur kepada Tuhan.  Pemazmur menyakini bahwa bersyukur kepada Tuhan bukanlah hal yang seharusnya dilakukan karena paksaan atau terpaksa, tetapi merupakan ungkapan yang tulus dari mereka yang telah ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, dikenyangkan oleh kasih karunia Tuhan, dan dibebaskan-Nya dari belenggu dosa (ay. 1-2).  Alasan pemazmur mengucap syukur adalah karena karya penebusan yang Tuhan kerjakan dalam hidup umat yang percaya kepada-Nya.

Alasan yang lain mengapa pemazmur mengucap syukur adalah karena kasih setia Tuhan menyertai umat-Nya selama-lamanya.  Jangka waktu kasih setia Tuhan bukan temporer (keadaan tertentu, sementara waktu, ada batasnya) tetapi selama-lamanya.  Dia menebus umat-Nya dari kuasa dosa yang menyesakkan.  Dia menyatakan kebaikan dan kasih setia-Nya bagi umat yang berdosa.  Kebaikan Tuhan dinyatakan di segala tempat (bangsa) dan dalam segala situasi kehidupan.  Kebaikan Tuhan dirasakan oleh mereka yang dari Timur, Barat, Utara, dan Selatan (ay. 3).  Tuhan berkarya dalam kehidupan setiap umat yang tertekan karena kuasa dosa yang menyesakkan; umat yang seolah-olah berada di padang belantara; tersesat; berada dalam kegelapan dan kekelaman; bahkan umat yang mendekati kematian; sungguh kebaikan Tuhan pun nyata.  Kebaikan Tuhan berkuasa mengatasi permasalahan hidup di dunia ini.  Lebih dari itu, kebaikan Tuhan juga menolong kita untuk tidak tenggelam dalam kehidupan dosa dan kejahatan.  Bersyukurlah atas kebaikan Tuhan, itulah ajakan pemazmur bagi kita hari ini seperti pujian dalam KJ.229.

Bersyukur kepada Tuhan

Bersyukur kepada Tuhan

Sebab Ia baik

Bersyukur kepada Tuhan

 

Umat yang telah ditebus oleh-Nya hendaklah selalu mampu berkata “Tuhan Yesus kami sungguh bersyukur akan setiap kebaikan yang senantiasa Kau nyatakan dalam hidup kami”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*